Ulas Balik Isu Viral Komunitas Songgo Bareng Gruduk Bupati Gunungkidul 

Share Berita Warta Jogja disini

GUNUNGKIDUL || WARTA-JOGJA.COM – Memotret Isu Investasi, Ekonomi Kreatif, dan Kemiskinan yang masih menjadi momok masyarakat Kabupaten Gunungkidul Komunitas Songgo Bareng menggelar acara ‘Gruduk Bupati’ bertempat di Pasar Agrowijil, Kelurahan Gari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.

Acara ‘Gruduk Bupati’ yang kedua kalinya terselenggara hari Minggu (30/06/2024) dengan menghadirkan peserta yang terdiri dari mahasiswa, jurnalis, pedagang sekaligus pembeli di Pasar Agrowijil, dan stakeholder yang berasal dari Gunungkidul.

Berbeda dari Gruduk Bupati kemarin, acara malam tersebut mengambil tema yang sangat menarik. Yakni, #InfoViralGunungkidul: Memotret Isu Investasi, Ekonomi Kreatif, dan Kemiskinan Hari Ini. Usut punya usut, pengambilan tema tersebut adalah gambaran bagaimana Komunitas Songgo Bareng merespons isu yang lagi sedang hangat-hangatnya di media sosial terkait Gunungkidul. Hal itu disampaikan oleh Racha Julian Chairurrizal, S.IP selaku Koordinator Acara Gruduk Bupati.

“Persoalan kemiskinan, pengelolaan ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif, dan investasi ini merupakan bidang-bidang yang sedang diseriusi oleh Pemerintah Kabupayen Gunungkidul. Maka perlu ada forum yang menyamakan visi, misi, dan penyusunan strategi agar semua bisa seperti sapu lidi yang menyatukan batang batang yang terpisah untuk bisa membersihkan “sampah-sampah” persoalan yang ada. Apalagi akhir-akhir ini isu-isu tersebut viral ya,” pungkasnya pada Minggu (30/06/2024).

Seperti mengamini, Ketua Karang Taruna Gunungkidul yang sekaligus merupakan Direktur BUMDES Gari, Septian Nurmansah pun memberikan respons yang positif untuk acara Gruduk Bupati#2 ini. Menurutnya, Komunitas Songgo Bareng bisa jadi “penyambung lidah rakyat” kepada para pimpinannya. Oleh karena itu, ia punya harapan besar untuk komunitas satu ini.

“Saya harap Songgo Bareng bisa jadi komunitas yang konsisten dan berorientasi jangka panjang, berjuang selamanya,” ucapnya.

Selain Septian Nurmansah, sesi pertama Gruduk Bupati#2 juga diisi satu panelis lainnya. Yaitu, Dr.Ardito Bhinadi, M.Si seorang Pakar Ekonomi Kerakyatan UPN Veteran Yogyakarta. Setelah itu, sesi kedua langsung diisi dialog bupati dengan para peserta. Di waktu tersebut, peserta bebas menyampaikan kritik dan saran yang langsung ditanggapi oleh Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta.

Tidak hanya berisi dialog saja, acara ini juga menampilan berbagai hiburan yang diisi oleh warga asli Gunungkidul. Penampil pertama berupa Tunggu Cakruk Akustik. Lalu dilanjutkan oleh penampilan Tari Kreasi Gari yang dibawakan oleh Kireyna Lathifah S.

Melihat antusiasme peserta sekaligus respons positif dari warganet di sosial media, membuat Bupatu H.Sunaryanta mengharapkan kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan.

“Saya suka acara yang kritis-kritis kayak gini. Harus terus dilanjutkan budaya-budaya berpikir dan beradu gagasan seperti ini. Tapi ingat, jangan cuman kritis aja, harus mau berkontribusi dan punya inisiatif terlibat dalam pembangunan. Ditunggu Gruduk Bupati selanjutnya,” ucapnya.

Respons positif juga disampaikan oleh beberapa Kepala Dinas yang hadir di Pasar Agrowijil kemarin. Tak terkecuali Supriyanto selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang menganggap acara Gruduk Bupati jadi salah satu acara kepemudaan yang patut dilestarikan.

“Saya liat ini jadi semacam kolaborasi antara para mahasiswa, pelaku UMKM, organisasi kepemudaan, dan pemerintah yang diramu dengan sangat baik. Seperti inilah spirit yang dibangun seharusnya dalam membangun Gunungkidul, songgo bareng!” sahutnya.

( red / mawan ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *