Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya"

Abdi Negara yang Satu Ini Bukan Hanya Pengayom Masyarakat Tetapi Juga Pintar Mengobati Penyakit Masyarakat

WARTA JOGJA | SLEMAN – Siang jelang sore hari ketika matahari sudah condong ke Barat responden meluncur lagi ke Rumah Pak Iskrun yang beberapa hari lalu sudah ditampilkan di media online ini. Sampai lokasi ternyata abdi negara yang hampir pensiun ini tengah menangani pasien dari Solo.

Pak Heri namanya beberapa waktu lalu punya gejala diabet takut berlanjut maka diputuskan untuk datang ke rumah Pak Iskrun terapi sengat tawon.

Responden datang dengan seorang teman yang pengin melihat terapi. Setelah bincang-bincang tentang keluhannya batuk beberapa bulan akhirnya justru memutuskan untuk ikut terapi.

Sambil menunggu waktu yang tepat pasien terdahulu Pak Is ambil satu ekor Tawon Kemit yang sudah berada didalam kantung plastik diatas meja. Mulailah tawon disengatkan di tengkuk dan leher pasien (Yuli) yang datang belakangan dengan responden. Sambil terus mencari simpul-simpul saraf Pak Is menerangkan kalau tidak ada tumpuan atau bibit penyakit di aliran darah maka tawon juga tidak mau menyengat. Ternyata benar beberapa tempat tawon tidak mau menyengat. Namun kalau ada bibit penyakit , tawon langsung menyengat di simpul saraf leher dan tengkuk, kemudian lebah yang sudah menyengat dibiarkan terbang. Lalu mengambil satu ekor lagi untuk disengatkan di kepala Bu Yuli. Reflek dan spontan teriak, katanya sakit dibanding sengatan terdahulu. Nah disitulah simpul saraf yang terkena gejala penyakit.

Setelah usai kita menanyakan sengat tawon ini berfungsi untuk menyembuhkan penderita apa saja?
Beliau menjawab berbagai macam keluhan penyakit tetapi harus tahan sakit terhadap sengatan, sabar, telaten, rutin.

Sebenarnya ada ritual khusus untuk proses semua ini. Pak Iskrun menambahkan. Dari menangkap tawon hingga menyengatkan tawon kepada pasien.
Menangkap tawon dilakukan dengan terlebih dahulu meminta ijin kepada Allah SWT yang memiliki dan menguasai Alam Semesta beserta seluruh isinya lalu kantong plastik dibuka dibawah sarang tawon. Takjub beberapa tawon menjatuhkan diri di dalam kantong plastik tsb.

Berikutnya sebenarnya pasien juga harus berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum terapi dimulai begitupun ketika tengah menjalani terapi sebaiknya pasien konsentrasi untuk tetap memohon ridho Nya.

Pak Iskrun yang anggota POLRI ini masih sempat malang melintang mencari bekal ilmu di banyak pengetahuan baik fisik, mental, penyembuhan atau ilmu kesehatan.

Pria sahaja, yang ternyata ramah, supel ini pada dasarnya pendiam. Bertugas di berbagai kota di Pulau Jawa, diantaranya Situbondo, Mojokerto, Magelang, Temanggung dan beberapa kota lainnya dan terakhir di POLRES Kebumen ditempatkan di Bagian Perencanaan.
Selalu jauh dengan keluarga karena Istri dan kedua anaknya tetap tinggal di Secang, Kabupaten Magelang karena ketugasan Sang Istri yang juga Pahlawan Tanpa Tanda Jasa alias guru.

Menarik dan tidak menjemukan berbincang- dengan Beliau yang pada prinsipnya hanya ingin menolong sesama. Mangga yang punya keluhan tentang hambatan kesehatan silahkan datang ke rumah. Pintu terbuka untuk siapapun yang membutuhkan tenaga saya semampu saya.

Pak Heri bersama temannya sudah usai terapi merendam kaki didalam air es batu dengan minyak tanah yang ditempatkan di bak ember kira-kira 1 jam. Mulailah dengan terapi sengat tawon. Beda jenis penyakit beda penanganan.
Pokoknya serahkan ahlinya.

Saya hanya perantara sepenuhnya ada di tangan pasien dan Kuasa Tuhan Allah SWT. Bagaimanapun wajib berikhtiar agar berumur panjang, bermanfaat, sehat penuh berkah.
Pungkasnya mantab.
( Runtik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *