Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya"

Inilah sosok Vania Putri Ramadani ABG Yang Sangat Mencintai Aksara Jawa

WARTA JOGKA | SELEMAN — Di Era melenial sekarang ini semakin langka anak-anak atau remaja kita temui mau menekuni atau mendalami budaya hususnya aksara jawa, yang banyak justru suka dengan budaya luar bahkan dengan bahasa gaul anak zaman Now.
Tapi bersukur masih ada anak yang menjelang remaja justru sangat berbeda dengan teman teman sebayanya yaitu Vania Putri Ramadani, lahir di Klaten, 30 September 2007. Putri ke 2 (dua) dua bersaudara dari pasangan suami istri Ari Musthofa dan Tri Hartati beralamat dan bertempat tinggal di Mlati Dukuh RT 13 RW 05 Desa Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gadis kecil yang mulai beranjak remaja ini baru lulus SD dan di tahun ajaran baru 2020 Nia (panggilan kesehariannya) sudah klas 7 (tujuh) di SMP Negeri 3 Tlogoadi, Mlati, Sleman.
Nia paling rajin berangkat les atau kursus baca tulis Aksara Jawa yang tempatnya tidak jauh dari rumahnya.

Didukung oleh kedua orang tuanya Nia sangat ingin bisa menjadi pandai dan menguasai baca tulis aksara Jawa.

Dibanding dengan anak-anak sebayanya, Nia yang memang tak banyak bicara lebih rajin berangkat les meski hanya sendirian di pamulangan.
Ibunya (Tri Hartati) yang karyawati (HRD) di salah satu showroom kendaraan bermotor di Jl. Magelang ketika ditemui awak media menyatakan diam – diam bangga terhadap putrinya (Nia) yang begitu gigih ingin belajar tentang baca tulis aksara Jawa.
Suatu hari Tri Hartati benar-benar dibuat kaget ketika PR putrinya tentang alih aksara Jawa benar semua ,Ungkapnya sambil berbinar – binar menyiratkan bahagia.

Vania Putri Ramadani adalah salah satu sosok gadis kecil yang mencoba belajar dan mempelajari budaya nya. Ketangguhan dan kegigihannya diwujudkan dengan terus berusaha mempelajari dan mendalami dengan les baca tulis aksara Jawa meski hanya satu Minggu sekali setiap Hari Sabtu, itupun hanya sekitar 1,5 Jam dari jam 16.00 s/d 17.30 WIB.

Ditanya mengenai cita-cita nya Nia tersipu dan Ibu nya yang menjawab ingin mendalami tentang Bahasa dan Sastra Jawa. Mohon doanya semoga dilancarkan dan mendapat kemudahan putri kami (Nia) dalam menggapai cita-cita.

Meski terkesan pendiam, Nia mudah bergaul dan gampang beradaptasi dengan lingkungannya. Sudah mulai membaur dengan kegiatan kepemudaan, Selalu datang tepat waktu ketika ada undangan kegiatan muda-mudi di lingkungan kampung dusunnya.
Disiplin dan bertanggung jawab terhadap ketugasan yang didaulatkan untuknya.
Nia, sosok gadis kecil yang semoga mampu menginspirasi pemuda-pemudi sebayanya untuk menekuni dan bahkan menggugah generasi muda untuk bangkit membudayakan aksara Jawa dalam kesehariannya supaya tidak asing atau terlupakan dengan aksara Jawa dari leluhur kita.

WJ ( Runtik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *