Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya"

Kasus Covid-19 Menurun, Wawali Yogyakarta Minta Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

YOGYAKARTA | WARTA JOGJA – Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta cenderung menurun, tetapi Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi meminta masyarakat harus tetap selalu waspada, karena sebaran virus bisa terjadi pada siapapun jika tidak berhati-hati dan menerapkan protokol corona dengan disiplin sosial yang tinggi.

Untuk menjaga agar protokol corona tetap bisa dijalankan dengan baik dengan disiplin sosial yang tinggi, Heroe Poerwadi yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Yogyakarta, mengakui Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, telah membuat beberapa langkah cipta kondisi, mulai dari pembatasan jam buka pasar, toko jejaring dan Cafe.

“30 pasar diatur jam tutupnya, yaitu ada yang jam 09.00 WIB sampai jam 12.00 WIB. Untuk Pasar Beringharjo sampai jam 15.00 WIB, hanya Pasar Induk Giwangan yang buka 24 Jam. Perbedaan jam tutup karena karakter pasar yang berbeda, barang jualan yang beda, serta upaya mengatur agar terjadi sebaran pembeli, tidak menumpuk pada pasar tertentu di jam tertentu,” kata Heroe, Minggu (19/4/2020).

Pemkot Yogyakarta, lanjut Heroe selama pandemi Corona ini, juga meniadakan pasar yang menyelenggarakan pasar di hari pasaran tertentu. “Seperti Pasar Legi di liburkan dulu. Jadi pasar yang reguler yang tetap beroperasi,” tambahnya.

Bahkan disebutkan Heroe Poerwadi di pasar pun ditegakkan protokol corona, mulai wajib pakai masker, harus cuci tangan dengan sabun yang disediakan di depan pintu gerbang pasar, ada pembatas di lorong pasar, batasan antrean pembeli setiap lapaknya, dan meminta pedagang mulai mengkondisikan menggunakan sarung tangan. “Itu dilakukan karena saat ini masih terlihat beberapa pasar ramai dikunjungi pembeli sehingga terjadi kerumunan yang berpotensi terjadi penyebaran virus corona,” katanya.

Oleh karena itu, agar masyarakat tidak berduyun-duyun berbelanja di pasar, untuk memenuhi kebutuhan pokok, Pemkot Yogyakarta, sambung Heroe memfasilitasi adanya transaksi daring atau melalui WA dan aplikasi. Yaitu layanan pesan antar kerjasama dengan Gojek. Para pedagang pasar siap melayani transaksi melalui WA, termasuk dengan layanan aplikasi mitra, juga aplikasi ‘Nglarisi’ dan ‘Dodolan’ dalam layanan dari Pemkot Jogja JOGJA Smart Service (JSS).

“Di JSS kita juga tahu harga-harga kebutuhan pokok di Jogja. Nanti masyarakat tinggal klik saja. Itu semua dilakukan agar kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, memberikan akses pedagang, petani, peternak yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat Yogakarta. Tetapi protokol Corona bisa ditegakkan,” paparnya.

Selain itu, dilakukan pula pembatasan jam buka tutup kepada toko jejaring dan sejenisnya. yaitu mulai pukul 10.00 – 21.30 WIB. Begitu juga untuk cafe, resto, dan lain-lain sampai jam 23.00 WIB. Disamping jam buka tutup, juga diatur kapasitas tempat duduk hanya 50% dengan jarak antar tempat duduk yang aman.

“Dikecualikan bagi yang melayani pesan antar, take away dan drive thru. Di angkringan pun juga dilakukan pengaturan tempat duduknya agar berjarak. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kerumunan dan kegiatan yang hanya nongkrong-nongkrong saja,” katanya.

Sedangkan untuk penegakan protokol corona bagi sebagian orang yang masih berkeliaran di jalan, Pemkot Yogyakarta melakukan patroli untuk mengingatkan dan menghimbau agar mereka segera kembali ke rumah. “Selama ini himbauan di kampung telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Dalduk KB melalui kendaraan dengan pengeras suara. Tetapi, melihat semakin banyaknya lalu lintas di jalanan Yogyakarta belakangan ini, maka kita turunkan tim terpadu dari Satpol PP, Dishub, BPBD dan seluruh OPD pemkot Yogyakarta. Melibatkan ASN yang bekerja dari Rumah, sehingga daya dukung personil banyak. Ini juga untuk memupuk jiwa kerelawanan ASN terhadap kasus Covid19 ini,” imbuh Heroe Poerwadi.

Patroli ini dikatakan Heroe dilaksanakan pada siang dan malam hari, serta akan membubarkan kerumunan yang ada dijalanan dan sekitarnya. “Selau Mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi protokol corona, melalui pengeras suara. Termasuk menertibkan para peminta-minta yang datang dari luar kota. Termasuk mengingatkan para dermawan agar menyalurkan bantuannya lewat kantor kelurahan di Kota Yogyakarta. Sebab Kantor kelurahan dijadikan Posko Lumbung Pangan Kampung, dan dijamin bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi kerumunan berebut bantuan,” ucapnya.

Apa yang dilakuakn semua ini diakui Heroe agar, kita semua terjaga dan selalu ingat untuk menjalankan protokol Corona. Untuk kebutuhan pokok masih tersedia, stok tersedia sampai 4 bulan kedepan. “Dan masyarakat mudah mendapatkannya, tetapi tetap mencegah tersebarnya virus Corona. Meskipun status Pemkot Yogyakarta adalah tanggap darurat bencana, tapi norma-norma PSBB kita ikuti agar sebaran virus Corona bisa kita putus,” pungkas Heroe Poerwadi. (WJ-003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *