Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya"

Kasus Pemunuhan Di Lapangan Kentungan Terungkap

Foto: sepeda motor Beat Nopol AB 6923 E milik korban yang di bawa kabur pelaku yang madih buron.

WARTA JOGJA | SLEMAN — Faisal ahmad rizaki (22) warga kaliabu banyuraden Gamping Sleman yang di temukan meninggal pada senin ( 09/11/2020) di lapangan kentungan , condong catur Yogyakarta pada pukul 06.00 wib.
Penemuan jazad korban ini di ketahui oleh salah satu warga yang hendak membuka warung makannya , awal kecurigaan melihat orang tertidur memakai celana jean tertutup kain di pinggir lapangan, Kemudian ia melaporkan ke ketua Rw setempat dan mendatangi orang tersebut.

Setelah di datangi bersama sama dan di lihat tidak bergerak gerak akhirnya di laporkan ke polsek depok timur.

Mendapatkan laporan tersebut petugas dari depok timur mendatangi tempat kejadian bersasama dari team puskesmas depok 2 untuk melakukan pemerikasaan dan pengamankan tempat tersebut. Setelah dilakukan pemerikasaan orang tersebuta di nyatakan sudah meninggal dunia 3jam yang lalu.

Darihasil pemeriksaan korban mengalami beberapa luka di bagian pipi sebelah kanan dan luka robek 2cm di bawah telinga sebelah kanan , dan beberapa luka di bagian belakang telingga sebelah kanan mngalami luka sepanjang 1cm, pelipis serta mata kanan luka lebam dan pendarahan di kepala yg mengakibatkan korban tak tertolong.

Di tempat terpisah (13/11/2020) wartaean sempat meminta keterangan dari istri korban (Desi) yang ditemui di rumah duka kampung Duwet Rt 04 Sendangadi Mlati Kabupaten sleman. Istri korban menuturkan bahwa tersangka FEY menghubungi pada pukul 21.00 wib korban untuk datang kerumah tersangka yg tidak jauh dari lapangan kentungan FEY alias embit (37) di tempat tersebut juga ada ASP alias bowo (22) yg sekarang buron. Setelah sampai di rumah tersangka korban disuruh menattoo farida teman tersangka.

belum juga selesai membikin tatto farida cekcok dan ribut sama tersangka (FEY) kemudian korban dan istri pamit untuk pulang setelah keributan keduanya agak mereda.

Belum korban dan istri beranjak pulang tiba tiba ASP (buron) mengajak korban untuk mengambil barang pesanan clurit dari miko yg indekos di daerah jombor, akhirnya korban dan ASP berangkat menuju ke lokasi kos tersebut di temani istri korban. Sesampainya di lokasi orang yang mereka temui sedang tidak ada di tempat dan hanya bertemu dengan pemilik kos dan terjadi sedikit keributan antara pemilik kos dengan ASP, korban sempat melerai keributan tersebut akan tetapi ASP merasa tersinggung kepada korban karena korban tidak membantu ketika terjadi keributan dengan pemilik kos.

Setelah kejadian itu korban beserta istri pulang dan ASP kembali kerumah FEY. Setelah sampai rumah, korban di hubungi tersangka FEY agar datang ke rumahnya kembali karena ada masalah yang harus di selesaikan dengan korban di ikuti nada ancaman untuk korban.

Kemudian korban dan istri berangkat menuju kerumah FEY untuk meklarifikasi kejadian di kos kosan daerah jombor, akan tetapi penjelasan korban tidak di gubris dan terjadilah pengeroyokan terhadap korban yang di lakukan oleh kedua tersangka ,melihat hal itu istri korban ketakutan dan sempat di pukul oleh tersangka ASP ,kemudian tersangka FEY pun menyuruh pergi istri korban dan tidak ikut ikut masalah tersebut.

Dari pengakuan istri korban bahwa suami nya sempat dianiaya namun karena ketakutan istri korban tidak bisa berbuat apa apa ,tidak berapa lama adik korban datang menjemput istri korban di pinggir jalan untuk pulang ke rumah, ke esokan harinya jam 05.00 wib istri korban berangkat ke pasar kolombo jalan kaliurang untuk berjualan dan di sana bertemu dengan ibu tesangka FEY untuk mengembalikan hp FEY yg terbawa oleh istri korban.

Namun ibu tersangka menolak karena tidak mau ikut ikutan urusan tersangka. Akhirnya pada pukul 06.00 wib tersangka FEY datang ke lapak korban dan menanyakan hp miliknya , istri korban memberikan hp tersebut dan bertanya keberadaan korban dan motor.

Akan tetapi jawaban tersangka FEY tdk sesuai setelah istri korban menanyakan ke pihak kluarga di rumah merasakan ada kejanggalan istri korbam bergegas untuk mengecek setelah ada yang menemani.

Dalam perjalanan menuju ke rumah FEY , istri korban kaget melihat kerumunan orang dan petugas polisi di dekat lapangan kentungan dan menanyakan perihal yg terjadi , ternyata telah ditemukan sosok jenazah yg berpakaian jean berlumur cat dan tertutup kain. Mendengar informasi tersebut istri korban meminta izin kepada pihak kepolisian untuk melihat wajah jenazah tersebut.
Setelah di izinkan istri korban membuka untuk melihat wajah jenazah yang di temukan warga, istri korban sangat kaget bahwa sesosok jenazah itu adalah suaminya . Setelah memastikan bahwa jenazah tsb adalah suaminya, desi ( istri korban) menghubungi keluarga nya di rumah untuk memberikan kabar tsb.
Pihak kepolisian depok timur dan beberapa petugas puskesmas depok 2 mengevakuasi jenazah tersebut untuk di bawa ke RS Bayangkara kalasan.

Setelah jenazah di evakuasi, polisi meminta beberapa keterangan saksi dan istri korban. Setelah mengantongi informasi yang di dapat polisi bergegas mengamankan tersangka yg sempat bersembunyi di rumah tetangga .

Dalam pemeriksaan petuguas bahwa tersangka menganiaya korban hanya berniat memberikan pelajaran, dalam pemganiayaan tersebut tersangka FEY di bantu oleh ASP ( buron) . Penganiayaan dilakukan di dekat rumah tersangka dengan menggunakan benda benda yg ada di sekitar lokasi. Sementara itu, Kanit Reskrim Iptu Aldhino Prima menambahkan tersangka sempat memercikkan air ke wajah korban, karena korban tidak sadar.
Setelah tidak ada respon, tersangka menyiram air, dan tetap tidak ada respon, tersangka FEY kemudian membuang tubuh korban di sisi selatan lapangan kentungan.

Barang bukti yang diamankan ada dua helm warna hitam yang digunakan untuk menganiaya korban. Ada kaleng cat 5 kg yang juga digunakan untuk menganiaya, selembar selimut untuk menutupi korban, dan celana panjang korban.

polisi berharap untuk tersangka bowo segera menyerahkan diri. Adapun tersangka bowo telah membawa kabur motor korban honda beat yang di dalam jognya berisi buku nikah korban ,stnk motor ,serta bpkp dan dompet korban kata ayah korban
Dibyo karena mau digumakan untuk mencari pinjaman dana jadi elem sempat di turunkan dari jog sepeda motor yang di bawa korban tuturnya tadi siang 13/11/2020 di rumahnya, Selain itu Ayah korban berharap agar pihak kepolisisn menuntaskan kasus tersebut dan memberikan hukuman yang seberat beratnya karena telah menghilangkan nyawa anak kesayangannya yang telah menjadi tulang punggung keluarga , karena korban meninggalkan seorang anak. “ harapan saya agar pihak kepolisisn memberikan hukuman yg setimpal, paling tidak hukuman seumur hidup karena saya yakin di situ ada unsur perencanaan atas meninggalnya anak saya “.
Tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dengan sengaja merampas nyawa orang lain karena pembunuhan dengan ancaman penjara 15 tahun.
Tersangka juga dikenakan pasal 170 KUHP ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, juga Pasal 365 ayat 1 dan 3 dengan ancaman hukuman 9 dan 15 tahun penjara.
WJ( Maryadi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *