Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya"

Lontong Cap Go Meh Masih Diburu Pengunjung PBTY XV

WARTA JOGJA | YOGYAKARTA – Lontong Cap Go Meh adalah masakan adaptasi peranakan Tionghoa Indonesia terhadap masakan Indonesia, tepatnya masakan Jawa.

Hidangan ini terdiri dari lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk. Lontong Cap Go Meh biasanya disantap keluarga Tionghoa Indonesia pada saat perayaan Cap Go Meh, yaitu empat belas hari setelah imlek atau tepatnya hari kelima belas bulan 1 penanggalan imlek. Akan tetapi kini hidangan ini juga kerap disajikan kapan saja, tidak hanya ketika cap go meh.

Seperti yang ditemui di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XV, Lontong Cap Go Meh diburu sebagai makanan favorit disana, terbukti Stand Lontong Cap Go Meh yang berada di Blok B8 Kampoeng Ketandan ini selalu penuh dengan pengunjung.

Diakui Desy warga Banguntapan Bantul ini, dia selalu menyempatkan diri menyantap Lontong Cap Go Meh saat berada di PBTY. “Tidak apa-apa harus mengantri nunggu lama, tapi begitu sajiannya jadi semuanya bisa terobati,” kata dia, Rabu (5/2/2020).

Hal senada juga diungkapkan Shanti warga Umbulharjo Yogyakarta yang rela menunggu lama demi menyantap hidangan yang mengandung perlambang keberuntungan.

“Saya harus rela mengantri untuk menyantap hidangan kesukaan keluarga kami ini,” katanya. Bahkan dia juga harus rela datang lebih awal untuk menyantap Lontong Cap Go Meh PBTY XV. (WJ-002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *