Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya"

Penggiat Seni TEATER Tetap Eksis Berlatih Walau Pandemi Tak Kunjung Henti

WARTA JOGJA | Bantul,Pandemi Covid 19 Corona yang tengah melanda hampir seluruh dunia tidak menyurutkan semangat Kelompok Teater Payung untuk tetap berlatih. Terlebih saat menghadapi pementasan di Taman Budaya Yogyakarta rencana digelar tanggal 14 Oktober 2021.

Eksistensi mereka dalam berkesenian tidak pernah padam. Para pendukung pemerena utama “Kesandung Langit” (judul yang diangkat dalam pementasan) adalah orang – orang yang tidak asing lagi di dunia teater.

Alur cerita, Polemik dalam rumah tangga yang kelihatan harmonis dan baik-baik saja tiba-tiba ada riak kecil yang menghampiri. Bisa saja atau dimungkinkan akan terjadi badai. Biduk rumah tangga menjadi tidak stabil ketika ada orang ketiga.

Agus Radya menjalin asmara dengan pemilik toko material langganannya, Novia Pristia Dewi. Gelagat tidak baik ini disampaikan oleh adik Ndari Dyah Adiningsih, istri Agus Radya. Sebagai istri yang baik dan setia tidak percaya begitu saja laporan tentang perselingkuhan suaminya dengan memiliki wanita idaman lain. Hingga suatu saat Novi datang ke rumah Agus untuk menagih janji yang diucapkannya. Pada saat perang mulut antara Agus, Ndari, Novia yang di ketahui anak kembar Agus-Ndari, datang polisi karena ada laporan penyalahgunaan dana pembangunan proyek yang tengah dikerjakan oleh Agus Radya. Karena panik Agus kabur lari dari tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, pekerjaan dan perselingkuhannya dengan wanita pemilik toko material tersebut.

Rumah tangga Agus Radya seorang pengusaha atau kontraktor sukses beranak kembar dua perempuan yang tengah beranjak remaja. Istrinya yang dulu teman kuliah adalah seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurus kebutuhan suami dan anak-anak di rumah. Menyelesaikan pekerjaan rumah yang menjadi kewajiban dan tanggungjawabnya dikerjakan dengan baik.

Dalam adegan lain diceritakan tentang praktek dukun. Pasien yang datang rata-rata minta tolong agar lancar usaha yang tengah dirintisnya. Dengan berbagai syarat sebagai kedok untuk meraup keuntungan atas penderitaan dan keluhan pasien. Diceritakan juga disini secara transparan bagaimana sang dukun memanfatkan pasien untuk melampiaskn nafsunya.

Sutradara sekaligus penulis naskah berusaha menyampaikan sebagian kecil yang sering terjadi di tengah masyarakat dalam kehidupan yang sebenarnya.
Mengeksploitasi kehidupan sosial yang kerap ada di sekitar kita.

Permasalahan rumah tangga, perselingkuhan, penyalahgunaan dan atau penyelewengan dana, praktik dukun dll, yang diungkap dan dikemas secara sederhana namun apik.

Kesandung Langit, Produksi ke 116 dari Teater Payung yang tak diragukan lagi eksistensi dan keberadaannya di dunia teater, melibatkan Toto Hartono sebagai penulis naskah sekaligus sutradara. Pemeran pendukung melibatkan Agus Radia, Ndari Dyah Adiningsih, Novi Pristia Dewi. Mereka ini tokoh -tokoh pemain yang tak diragukan lagi kepiawiannya dalam berakting. Didukung pemeran lain untuk menyempurnakan alur cerita yakni Sukaptirin, Gendhut Bakmi, Yuliana, Sekar, Laras, Agam, Carang Ampel, Galar Pria Sembada.
Penata musik.Muji Cino, lighting Sar Bambung, artistik Menol, Thole Asih. Coustume Hery Konyil.make up BithariViciana.

Latihan atau gladen siang itu berlangsung di Pendapa Kanjengan Kilen, Imogiri. Tempat yang Representatif untuk kegiatan berkesenian, tempatnya luas, didukung sarana gamelan dan area parkir.

Beberapa adegan dan iringan mendapatkan banyak saran dari Otok Bimo yang juga menyempatkan hadir dan mengapresiasi kegiatan Sanggar Payung yang rutin berlatih meski di tengah pandemi Covid 19 Corona tanpa mengabaikan prokes ketat.
( Reporter : Runtik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *