Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya"

Sarasehan Dewan Kebudayaan Sleman dengan tema Pengembangan Ekspresi Seni Melalui Jaringan Virtual

WARTA JOGJA | Sleman- Pandemi bisa saja merubah perilaku tata kehidupan manusia akibat dari situasi yang tidak nyaman oleh virus yang mewabah di hampir seluruh dunia.

Tatanan kehidupan sosial yang tadinya baik-baik saja sebelum virus Corona 19 menyebar seolah menjadi momok yang menakutkan di awal tahun 2020 hingga memuncak pertengahan 2021. Seluruh sendi kehidupan seperti lumpuh tak berdaya.

Bulan Juli 2021 berita kematian menjadi siaran rutinitas di ujung ujung wilayah padukuhan bahkan hingga ke rukun tetangga. Benar-benar mencekam keadaannya. Ketakutan demi ketakutan terlihat di wajah-wajah yang lelah oleh air mata karena kehilangan kerabat, sahabat, saudara dan bahkan orang-orang terdekat, orang tua, anak, menantu, cucu, dll.

Orang-orang mulai kehilangan kepercayaan untuk bangkit dari keterpurukan karena tidak bisa beraktifitas seperti sebelum pandemi.

Hampir seluruh
kegiatan dibatasi oleh aturan dan kebijakan lokal maupun Nasional untuk meminimalisir, mengantisipasi dan bahkan memutus mata rantai penyebaran virus Corona apalagi dengan klaster-klaster barunya.

Upaya pemerintah daerah untuk bisa menumbuhkan kepercayaan setiap pribadi maupun kelompok senantiasa dilakukan agar semua bisa kembali berjalan normal meski dengan tatanan kehidupan baru menyesuaikan keadaan atau situasi di tengah dan pasca pandemi.

Salah satunya Dinas Kebudayaan Kunda Kabudayan Kabupaten Sleman, Selasa 26 Oktober 2021 mengadakan acara Sarasehan Dewan Kesenian Sleman dengan tema Pengembangan Ekspresi Seni melalui Jaringan Virtual.
Bertempat di Rumah Makan Pringsewu yang beralamat di Jl. Magelang Km. 9 Yogyakarta dengan prokes ketat karena setiap peserta yang hadir harus bisa menunjukkan link peduli lindungi dan atau kartu vaksin.

Acara dibuka dengan doa bersama dipimpin pembawa acara Hari Santosa (Kabid Kesenian) dilanjutkan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta sarasehan.

Sambutan ucapan selamat datang dan terimakasih atas kehadiran dan partisipasi kepada seluruh hadirin dari pemangku hajad disampaikan oleh Drs. Siswanto yang menjabat sebagai Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kunda Kabudayan Kabupaten Sleman. Lebih lanjut berharap acara tersebut bermanfaat untuk seluruh pelaku seni pada umumnya.

Menghadirkan 3 (tiga) nara sumber yang tidak asing lagi dibidang seni dan tehnologi, yaitu Dr. Drs. Hajar Pamadi, MA, Dr. Drs. Agung Suryahadi, Dra. Irene Nusanti, MA.

Kesempatan awal diberikan kepada Dra. Irene Nusanti, MA. Wanita yang tidak muda lagi ini menginspirasi peserta bahwa siapapun mau tidak mau harus mampu beradaptasi dengan era digital dimana hampir seluruh aktifitas manusia bisa terakomodasi oleh alat bantu yang namanya HP, Laptop, Komputer.

Dengan fasihnya Irene menyampaikan paparan alat bantu Flipbook. Singkatnya seperti buku yang fiturnya ada di android. Tiap halaman bisa dibuka bolak-balik dengan mouse atau sentuh jari. Ini sangat bermanfaat bagi penggunanya untuk kepentingan pribadi maupun bersifat bisnis.

Beliau menegaskan jangan pernah ragu menggunakan alat bantu digital karena ada dan tidak ada pandemi era digitalisasi akan terus berkembang maju tanpa berhenti. Hal ini tentu saja memotifasi peserta untuk beradaptasi dengan alat bantu tersebut yang mampu mengeksploitasi karya untuk bisa dinikmati semua orang tanpa harus berkerumun, menjaga jarak, bersentuhan dengan orang lain, dll.

Di sesi yang sama Dr. Agung Suryahadi melalui virtual menyampaikan paparannya mengenai Seni Rupa Masa Kini yang karya-karyanya setelah melalui proses waktu yang lama dan panjang akhirnya mendalami dan mengkekspresikan pengalaman batinnya dengan karya lukis tentang etnik Nusantara yang dititikberatkan kepada Transformasi Pelajahan Bali sesuai dengan tanah kelahiran dan asal beliau. Karya-karyanya juga sudah dikemas apik di Flipbook.

Bahwa hidup ini dinamis. Tetapi yang bersifat tradisi akan terus mengikuti. Sebagaimana ditunjukkan mengenai pertunjukan wayang kulit yang awalnya pononton melihat dari balik layar. Karena perkembangan jaman, teknologi dan kebebasan berekspresi dalm berkarya seni saat ini dalam pertunjukan wayang dalang bisa berkomunikasi langsung dengan sinden, bahkan interaktif dengan pendukung dan penonton. Dr. Drs. Hajar Pamadi, MA menyampaikan mantab dan fasih. Menunjukkan bahwa beliau sangat berpengalaman di bidang seni, tehnologi dan perkembangan perilaku manusia dalam berkesenian terkait dengan alat dan fungsi ide dengan fasilitas yang sebenarnya dalam kehidupan nyata.

Dalam waktu yang bersamaan tiga orang penari dari tiga negara yang berbeda (Myanmar, Jepang, Indonesia) bisa mengekspresikan tarian dalam satu waktu dan layar yang sama. Canggihnya alat teknologi digital yang kita semua harus mampu beradaptasi.
Bahkan katalog yang biasa dicetak dengan kertas saat ini bisa dimuat dalam Flipbook.

Dewan Kesenian Sleman dan seluruh peserta berharap acara yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Kunda Kabudayan Kabupaten Sleman ini kegiatannya dibiayai dengan anggaran BKK Dana Keistimewaan tahun 2021 dan berharap berkelanjutan pungkasnya.
( Dilaporkan oleh : Runtik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *