Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya"
 

SEDIKITNYA 20 ANAK MENJADI KORBAN PENCABULAN,REMAJA CABUL AKHIRNYA TERCIDUK

Sleman | WARTA-JOGJA.COM – Korban pencabulan yang dilakukan oleh ketua Remaja Masjid , merupakan salah satu masjid di kapanewon Gamping ,Sleman Yogyakarta.
disampaikan dalam acara press conference yang dilaksanakan Polresta Sleman KBO Satreskrim Polresta Sleman Senin (06/02/2023)
Iptu M. Safiudin, menjelaskan perbuatan AS baru terungkap setelah korban terakhirnya yang berusia 16 tahun mengadukan apa yang dialaminya kepada orang tua dan teman-temannya, awal 2023 lalu.

20 anak telah menjadi korban pencabulan AS, 28,AS telah melakukan perbuatannya sejak 2013 silam.

Dilansir dari Instagram @harianjogja ,Iptu M.Saifudin menyampaikan “Setelah korban menceritakan ke teman-temannya ini lah, teman-teman yang lain yang pernah menjadi korban dari tersangka baru sama-sama mengakui, ‘oh ya saya pernah menjadi korban atas perbuatan tersangka AS”,ujarnya kepada wartawan.

Berdasarkan pemeriksaan, AS telah melakukan perbuatan cabulnya pertama kali pada 2013 silam, yang kemudian semakin intens mulai 2019 hingga saat ini. Semua korbannya laki-laki dan di bawah umur. Dengan statusnya sebagai Ketua Remais, pencabulan yang dilakukan AS kebanyakan berlokasi di masjid dan di kamar kos.

Ia juga mengungkapkan AS mencabuli para korbannya baik saat korban tertidur maupun sadar. Hingga saat ini perbuatan AS baru terbongkar karena para korbannya tidak mau bercerita lantaran menganggap hal itu sebuah aib.

Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) DIY, Sari Murti Widyastuti mengatakan, banyaknya anak yang menjadi korban dalam kasus pencabulan yang dilakukan seorang remaja di Gamping, Sleman diduga karena ada hubungan relasi kuasa yang membuat korban tidak mampu speak-up atau bercerita peristiwa yang dialami.

Korban banyak tertutup atau bungkam sehingga terakumulasi hingga 20 Anak.
Korban dimungkinkan masih bisa bertambah. Dalam kasus ini.

(mawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *