Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya" Selamat Datang Di Portal Berita Online Warta Jogja "Santun Dan Berbudaya"

Tertinggalnya Prestasi Olahraga Nasional, Diperlukan Reformasi Sistem Olahraga di Kota Yogyakarta

Foto: Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, SIP., M.Acc (dok.pribadi)

WARTAJIGJA.COM | YOGYAKARTA – Tertinggalnya prestasi olahraga nasional dari negara-negara lain merupakan salah satu masalah bagi bangsa Indoneisa untuk meningkatkan prestasi olahraganya.

Disampaikan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, S.IP, M.Acc sampai dengan saat ini pencapaian prestasi olahraga memang belum tercapai secara maksimal.

“Hal ini dikarenakan adanya hambatan-hambatan dalam mencari dan menemukan bibit-bibit atlet yang berbakat diantaranya adalah dengan cara melakukan upaya pemanduan bakat sejak dini,” ujar Agus, Minggu (2/7/2022).

Menurut Agus, salah satu upaya untuk mendapatkan atlet-atlet yang berbakat diantaranya adalah dengan melakukan Reformasi Sistem Olahraga di Kota Yogyakarta.

“Reformasi diperlukan guna memperbaiki prestasi olah raga kota Yogyakarta. Fokus dari reformasi sistem adalah dengan Pembinaan atlet usia dini, selama ini fokus pembinaan lebih kepada atlet senior. Sebagai bentuk regenerasi yang berkesinambungan dan tidak putus ketersediaan atlet maka diperlukan sistem untuk pembinaan atlet usia dini dan meningkatkan perhatian terhadap pencarian bibit atlet,” jelas Agus.

Peningkatan prestasi olahraga, masih kata Agus merupakan proses panjang yang melibatkan semua pihak dan disiplin ilmu yang dikaji secara ilmiah dari sejak awal sampai seorang atlet mencapai suatu prestasi.

“Tahapan tersebut mulai dari pembibitan, proses pembinaan dan proses evaluasi sampai dengan prestasi yang diraih oleh atlet tersebut. Dan semua itu dilakukan dengan mengedepankan ilmu pada bidangnya dan juga teknologi yang terkini,” kata Agus.

Prestasi yang tinggi, sambung Agus ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya kualitas pelatih, program latihan yang berkualitas, sarana dan fasilitas yang menunjang, dukungan dari pemerintah, sponsor dan orang tua, serta talent atlet.

Disampaikan kembali oleh Agus, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah kota Yogyakarta dalam melakukan reformasi sistem yaitu: Penyusunan Pedoman Pembinaan Atlet Usia Dini di Kota Yogyakarta; Peningkatan Kompetensi, upaya dalam meningkatkan kompetensi Guru PJOK dan pelatih olahraga dilakukan kegiatan pelatihan Sience Sport beserta Sport Serach; Program pemanduan bakat, upaya pencapaian prestasi dengan memilih atlet usia dini secara sungguh-sungguh, proses untuk mencapai prestasi dapat diefektifkan secara optimum apabila atlet yang dilatih merupakan atlet pilihan yang memiliki potensi yang sesuai dengan tuntutan spesifikasi cabang olahraga yang bersangkutan, waktu dan sumber daya yang digunakan untuk proses pelatihan atlet yang berbakat lebih efisien.

“Pencarian bakat, upaya yang dilakukan dengan pengukuran terhadap kualitas atlet yang meliputi: kualitas fisik, antropometri, kualitas motorik, dan kualitas. Dapat diartikan bahwa untuk mendapatkan atlet yang baik perlu dipersiapkan komponen fisik antara lain: antropometri, kecepatan, kekuatan, power, kelentukan, koordinasi, dan daya tahan. Kesimpulannya, bakat merupakan suatu kemampuan pada seseorang yang berpotensi mencapai prestasi optimal ketika diberikan proses pembinaan yang sesuai,” papar Agus.

“Penciptaan Big Data olahraga, salah satu upaya untuk memudahkan dalam melakukan pemetaan dan evaluasi program maka di bentuk sebuah aplikasi guna memudahkan dalam melakukan pelayanan publik; Penciptaan Rumah Olahraga, sebagai upaya dalam pengembangan sience sport di Kota Yogyakarta,” imbuhnya. (dew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *