WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Paguyuban Hamba Allah menyalurkan bantuan air bersih dan paket sembako kepada warga yang membutuhkan di tiga lokasi wilayah Kapanewon Saptosari dan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (23/10/2026). Kegiatan sosial yang bersumber dari keikhlasan para donatur ini menyasar warga terdampak kekeringan, keluarga kurang mampu, serta lansia yang menghadapi kondisi sosial dan ekonomi yang memprihatinkan.
Penyaluran dilakukan secara bertahap setelah relawan melakukan survei untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Paguyuban tersebut bergerak secara mandiri tanpa dukungan instansi mana pun, dengan mengandalkan kepedulian masyarakat dan amanah para donatur.
Sebelum menyalurkan bantuan, relawan terlebih dahulu menerima laporan dan melakukan survei terhadap kondisi calon penerima. Mekanisme ini diterapkan agar bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Paguyuban ini selalu menyalurkan ke tempat yang sebelumnya sudah ada laporan dan sudah disurvei terlebih dahulu, jadi dipastikan tepat sasaran,” ujar Warti, salah satu anggota yang aktif dalam kegiatan tersebut.
Penyaluran bantuan pertama dilakukan di Dusun Mbacak, Kalurahan Saptosari, Kapanewon Saptosari. Di lokasi ini, relawan menyalurkan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selanjutnya, rombongan menuju Banjaran RT 08, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan. Bantuan diberikan kepada sebuah keluarga yang dinilai sangat membutuhkan dukungan sosial. Identitas penerima sengaja tidak dipublikasikan untuk menjaga privasi dan martabat keluarga tersebut.
“Nama memang tidak disebutkan bagi penerima untuk menjaga agar penerima tidak merasa rendah diri,” jelas Warti.
Penyaluran berikutnya berlangsung di Dusun Cerme Godang, Kalurahan Saptosari, Kapanewon Saptosari. Di lokasi ini, relawan memberikan sedekah kepada pasangan lansia yang hidup bersama dan menghadapi keterbatasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan keterangan seorang tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya, putri pasangan tersebut menderita stroke dan tidak memiliki orang lain yang merawatnya. Perawatan dilakukan oleh kerabat yang juga telah lanjut usia.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kepedulian sosial terhadap keluarga yang menghadapi persoalan kesehatan, keterbatasan ekonomi, dan minimnya dukungan perawatan.
Salah satu anggota paguyuban menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut berangkat dari inisiatif dan kepedulian pribadi para anggotanya. Bantuan disalurkan sesuai kemampuan dan amanah yang dititipkan oleh para donatur.
“Kita bergerak dengan hati nurani sendiri. Selama ini belum terkait dengan instansi mana pun. Kita hanya membantu semampu kita dan mudah-mudahan ke depannya lebih banyak lagi donatur yang mau berbagi untuk sesama,” ungkap salah satu anggota paguyuban yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, Warti selaku koordinator kegiatan mengajak masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezekinya guna membantu warga yang membutuhkan.
“Semoga donatur yang sudah menitipkan amanah kepada kita mendapatkan balasan berupa ladang amal jariyah, dan semoga ke depannya semakin banyak donatur yang terketuk hatinya untuk ikut berperan serta dalam kegiatan ini,” tegas Warti.
Paguyuban Hamba Allah membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial melalui penitipan bantuan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor kontak 0821-3508-3978.
Melalui kegiatan tersebut, paguyuban berharap kepedulian terhadap sesama terus tumbuh, terutama bagi warga yang menghadapi kekeringan, keterbatasan ekonomi, dan persoalan sosial. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Redaktur: Mawan

