GUNUNGKIDUL, DIY, WARTA-JOGJA.COM – Harga buah pisang di Pasar Trowono, Kalurahan Karang Asem, Kapanewon Paliyan, tetap stabil tanpa fluktuasi signifikan per Rabu (16/9/2026). Kestabilan harga ini didukung kehadiran pembeli dari luar wilayah Gunungkidul yang menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan, sekaligus memperkuat perputaran perdagangan pisang sebagai komoditas unggulan pasar tersebut. Di tengah kelancaran transaksi, nuansa pasar tradisional yang ramah dan akrab tetap terjaga sebagai ciri khas yang dipertahankan masyarakat.
Mbah Cep, pedagang pisang asal Saptosari yang telah lama berdagang di Pasar Trowono, membenarkan bahwa harga pisang belum menunjukkan gejala kenaikan maupun penurunan yang mencolok. Kehadiran pembeli dari luar daerah menjadi salah satu penopang kestabilan tersebut.
Pembeli Luar Daerah Jaga Keseimbangan Pasar
“Untuk sementara ini, harga buah pisang khususnya masih tetap stabil. Mengingat pada hari-hari tertentu ada pembeli yang datang dari luar wilayah Gunungkidul,” ungkap Mbah Cep.
Keterlibatan pembeli dari luar daerah menjaga agar permintaan tetap terjaga dan harga tidak terombang-ambing oleh pasokan yang berlebih atau sebaliknya. Pedagang maupun konsumen sama-sama memperoleh kepastian harga yang wajar dan adil.

Perputaran Pisang Menjadi Aktivitas Paling Menonjol
Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa perdagangan buah pisang mendominasi aktivitas ekonomi di Pasar Trowono saat ini. Komoditas tersebut memiliki daya serap pasar yang kuat, baik dari warga sekitar maupun pembeli yang datang khusus dari daerah lain.
“Dari penemuan di lapangan, untuk sementara ini yang angkanya menonjol memang lagi perputaran dan perdagangan buah pisang di Pasar Trowono ini,” tegas narasumber yang enggan disebutkan namanya.
Tingginya perputaran pisang memberikan dampak positif langsung terhadap pendapatan para pedagang serta perekonomian warga di sekitar pasar. Komoditas ini kini menjadi andalan yang menjaga denyut perdagangan tetap hidup dan berkelanjutan.
Nuansa Tradisional Tetap Menjadi Identitas Pasar
Di tengah dinamika perdagangan yang lancar, Pasar Trowono tidak melepaskan jati dirinya sebagai pasar tradisional. Pedagang menyapa pembeli dengan akrab, transaksi berjalan luwes, dan hubungan kekeluargaan antara penjual serta pembeli tetap terjalin erat. Suasana yang semakin jarang ditemukan di pusat perbelanjaan modern ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalurahan Karang Asem dan lingkungan sekitar.
Harapan: Kestabilan dan Kebersamaan Terus Dijaga
Masyarakat berharap kestabilan harga pisang serta kelancaran perdagangan dapat terus terjaga ke depannya. Dukungan pembeli dari luar daerah dan semangat para pedagang lokal menjadi modal berharga untuk memajukan perekonomian warga. Lebih dari sekadar tempat jual beli, Pasar Trowono diharapkan senantiasa menjadi ruang yang menjaga kebersamaan, kearifan lokal, dan keramahan yang telah diwariskan turun-temurun.

Redaktur: Mawan

