
WARTA-JOGJA.COM || YOGYAKARTA – Suasana di area Taman Makam Pahlawan dr. Wahidin Sudirohusodo, Jalan Magelang Km. 7,3 Yogyakarta, berubah khidmat pada Selasa (18/8/2026). Sejak pagi hari, puluhan anak-anak balita dan Taman Kanak-Kanak telah hadir untuk melaksanakan Upacara Bendera Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Daycare TPA Rumahku Tumbuh, Kelompok Bermain Melati, dan TK Rumahku Tumbuh ini menjadi momen pendidikan kebangsaan yang luar biasa, di mana seluruh petugas upacara – mulai dari pembawa acara, pengibar bendera Merah Putih, hingga komandan upacara – adalah anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun.
Pelaksaan Upacara dan Nilai Kemerdekaan
Mengatur barisan anak-anak balita tentu bukan perkara mudah. Namun, dengan bimbingan para guru dan pamong pendamping, anak-anak berhasil berbaris rapi dan mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh hikmat. Orang tua murid diperkenankan menyaksikan dari luar pagar lapangan upacara, sebuah langkah edukatif yang dirancang untuk melatih kemandirian anak-anak sejak dini.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan sedini mungkin sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai kemerdekaan kepada generasi paling muda. Berada di lingkungan Taman Makam Pahlawan, tempat peristirahatan para pendiri bangsa dan tokoh pergerakan nasional, kegiatan ini menjadi pelajaran langsung tentang pengorbanan dan semangat kebangsaan .
Tantangan dan Kerjasama Orang Tua
Ada hal yang patut diapresiasi dari kegiatan ini: kedisiplinan yang ditanamkan sejak pagi hari. Bangun lebih awal, berangkat ke sekolah, dan mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal dari hari biasa – hal ini tentu tidak mudah, baik bagi anak-anak maupun orang tua. Terlebih bagi para orang tua yang keduanya bekerja. Namun, rasa lelah dan penat tersebut seketika hilang berganti rasa bahagia dan bangga saat melihat putra-putri mereka mengikuti upacara dari awal hingga akhir dengan tertib dan penuh disiplin.

Kebanggaan Para Pendidik dan Penyelenggara
Rasa bangga bercampur haru juga dirasakan oleh para guru dan pamong pendamping. Melihat anak-anak didik yang rata-rata berusia 2–5 tahun mampu melaksanakan rangkaian acara dengan nyaman, tertib, dan penuh rasa disiplin sesuai usia mereka, menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan nilai kebangsaan dapat ditanamkan sejak usia dini dengan pendekatan yang tepat.
Usai upacara, suasana berubah menjadi ceria dengan acara joget bareng dan flashmob yang diikuti seluruh peserta. Kemeriahan peringatan kemerdekaan pun dirasakan oleh keluarga besar Daycare TPA Rumahku Tumbuh, KB Melati, dan TK Rumahku Tumbuh.
Kolaborasi Luar Biasa dan Komitmen Pendidikan
Di balik keberhasilan acara ini terdapat kerja sama dan kolaborasi yang tinggi. Jarak antara sekolah dan lokasi upacara yang berkisar 4 kilometer, serta tantangan mengantar dan menjemput puluhan anak-anak dengan aman dan tertib, menjadi bukti keterampilan dan dedikasi para pendidik. Setelah upacara, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan juga diwujudkan dalam kedisiplinan dan kelangsungan pembelajaran.
Septiati Purwandari, M.Pd., selaku pendiri dan pemilik ketiga lembaga pendidikan tersebut, menyampaikan rasa bangga dan haru. “Terima kasih untuk semuanya,” pungkasnya singkat namun bermakna.
Hadir selaku Inspektur Upacara Carik Sendangadi, Parjiyana, S.Sos., bersama segenap guru, pamong, serta sejumlah murid dari ketiga lembaga pendidikan tersebut.

Redaktur: Mawan








Mantabbb kak Hera…..