WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Heri Yulianto secara resmi dinyatakan sebagai pemenang Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak Tahun 2026 di Kelurahan Ngloro, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu (26/9/2026). Ketua Panitia Penyelenggara, Wasidin, menetapkan perolehan suara: Hari Yulianto meraih 2.059 suara, sedangkan Agus Hadi Purwanto memperoleh 70 suara. Kemenangan ini mencatatkan persentase keunggulan di atas 97 persen dari total suara sah. Tingkat kehadiran pemilih melampaui 90 persen, meskipun salah satu calon bukan berasal dari warga setempat. Seluruh tahapan berjalan tertib, transparan, dan kondusif tanpa hambatan berarti. Heri Yulianto menyambut amanah periode ketiga dengan komitmen memperkuat sinergitas lintas sektor guna mengimbangi penyesuaian alokasi dana desa, serta menjaga kesinambungan pembangunan yang telah dirintis sejak periode pertama.
Proses Berjalan Dinamis: Pendaftaran Menit Terakhir, Dua Calon Maju
Wasidin selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa proses pencalonan menyimpan dinamika menarik. Hingga tujuh menit menjelang batas waktu penutupan pendaftaran, belum ada satu pun calon yang mendaftar. Situasi berubah tepat tiga menit sebelum tenggat berakhir, ketika dua tokoh – Heri Yulianto dan Agus Hadi Purwanto – resmi mendaftarkan diri.
“Alhamdulillah, panitia tidak lagi mengalami kesulitan saat melakukan sosialisasi setelah kehadiran calon pertama terkonfirmasi,” ungkap Wasidin.
Sejak awal, panitia menerapkan prinsip keterbukaan penuh: seluruh informasi disampaikan secara luas tanpa ada yang ditutupi. Siapa pun yang memenuhi syarat diberikan ruang berkompetisi secara jujur dan adil. Sosialisasi dilaksanakan secara menyeluruh ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga warga dapat menerima kehadiran kedua calon dengan kepala dingin – termasuk calon yang bukan penduduk asli Ngloro.
Partisipasi Masyarakat Luar Biasa: Hadir >90% Tanpa Atribut Kampanye Berlebihan
Tingkat kehadiran pemilih mencapai lebih dari 90 persen – angka yang mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat kelurahan.
“Kehadiran yang tinggi itu menjadi bukti bahwa masyarakat memahami, menerima, dan mendukung proses ini. Tidak ada penolakan, justru semangat berpartisipasi sangat terasa,” tambah Wasidin.
Kedua calon sepakat tidak menggunakan atribut maupun alat peraga kampanye. Mereka menyampaikan gagasan langsung kepada warga melalui pertemuan tatap muka, sehingga suasana tetap aman, tertib, dan tanpa keributan. Hingga pleno rekapitulasi selesai, tidak ditemukan permasalahan yang mengganggu proses.
Wasidin menyampaikan pesan khusus kepada Heri Yulianto, yang pernah menjabat sebelumnya dan kini terpilih kembali untuk periode ketiga.
“Diketahui bersama, saat Bapak Heri Yulianto mencalonkan diri ke lembaga perwakilan, terdapat sejumlah program dan kegiatan yang terhenti atau belum tuntas. Harapan kami, tahapan-tahapan awal tersebut segera disempurnakan dan diselesaikan terlebih dahulu,” tegas Wasidin.
Visi dan misi kedelapan tahun ke depan tentu berbeda dengan periode lalu, namun program yang telah dirintis dan belum rampung hendaknya tetap dipertahankan dan didanai hingga tuntas. Kesinambungan pembangunan menjadi kunci agar masyarakat merasakan manfaat penuh dari setiap rencana yang telah disusun.

Amanah Periode Ketiga: Refocusing Dana Desa Menjadi Tantangan Utama
Menyambut kemenangannya, Heri Yulianto menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga, mitra, dan pihak yang telah memberikan kepercayaan luar biasa. Kemenangan ini sekaligus menandai dimulainya periode ketiga yang membawa tanggung jawab sekaligus tantangan tersendiri.
Ia menegaskan bahwa konteks pendanaan ke depan berubah. Adanya refocusing atau penyesuaian alokasi dana desa mengakibatkan pengurangan pada sejumlah pos anggaran.
“Hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi saya secara pribadi maupun seluruh jajaran pemerintahan ke depan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pendekatan sumber pendanaan akan diperluas secara signifikan. Sinergitas lintas sektor menjadi kunci utama, mencakup kerja sama dengan:
– Pemerintah Daerah tingkat kabupaten;
– Pemerintah Daerah tingkat provinsi, termasuk pemanfaatan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta;
– Pemerintah Pusat melalui APBN dan program prioritas nasional.
“Dana Keistimewaan DIY maupun alokasi dari APBN menjadi pintu akses yang harus kita buka dan manfaatkan sebaik-baiknya. Sinergitas inilah yang akan menjadi kunci keberhasilan kita menjalankan program prioritas di masa mendatang,” tegas Heri Yulianto.
Program Berkelanjutan: Pemetaan Prioritas,Bukan Perombakan Baru
Terkait arah kebijakan, Heri Yulianto menjelaskan tidak akan ada perombakan besar atau perubahan arah yang drastis. Program unggulan yang dijalankan merupakan kelanjutan dari fondasi yang dibangun sejak periode pertama, diperkuat pada periode kedua, dan kini disesuaikan dengan pemetaan prioritas yang lebih matang.
“Yang kami lakukan adalah melanjutkan apa yang telah berjalan, lalu memilah dan memetakan: mana yang menjadi skala prioritas utama, mana yang dapat dilanjutkan bertahap, dan mana yang memerlukan dukungan pendanaan dari sumber lain,” jelasnya.
Pendekatan ini dipilih agar pembangunan tidak terputus oleh pergantian periode, dan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata serta berkelanjutan oleh masyarakat luas.

97% Suara, Amanah untuk Bersatu Majukan Ngloro
Heri Yulianto menutup dengan menegaskan bahwa perolehan suara di atas 97 persen bukan sekadar angka, melainkan amanah yang mengandung harapan tinggi akan kinerja transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan warga.
“Kami berharap sinergitas yang telah terjalin dapat diperkuat lebih lagi. Dengan bahu-membahu membuka akses pendanaan dari berbagai sumber dan menjaga kesinambungan program, kami yakin Kelurahan Ngloro dapat terus berkembang, maju, dan sejahtera bersama-sama,” pungkasnya.
Seluruh pihak sepakat menjaga persatuan pasca-pemilihan, memfokuskan kembali energi untuk pembangunan, dan memastikan setiap rupiah yang dikelola membawa manfaat nyata bagi seluruh warga Kelurahan Ngloro.

Redaktur: Mawan

