Gotong royong pembangunan talud Makam Trowono di Gunungkidul melibatkan empat Sub Karang Taruna, warga, dan donatur untuk mencegah longsor. (foto WJ)
WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Pemuda dari empat Sub Karang Taruna Padukuhan Banjaran, Trowono A, Trowono B, dan Namberan bersama masyarakat menggelar gotong royong pembangunan talud di sisi utara Makam Trowono, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (8/11/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat struktur tanah, mencegah potensi longsor akibat erosi, sekaligus mempererat solidaritas dan silaturahmi antarwarga.
Pembangunan talud tersebut terlaksana melalui kolaborasi pemuda, masyarakat, dan para donatur. Dukungan material maupun pendanaan menjadi wujud kepedulian bersama terhadap pemeliharaan fasilitas lingkungan dan kawasan pemakaman.
Dwiarta menginisiasi bantuan berupa uruk batu dan pasir untuk kebutuhan pondasi talud. Sementara itu, Eko Sunandarwanto turut berkontribusi dengan menyumbangkan pasir. Adapun sebagian pembiayaan berasal dari kas gabungan empat Sub Karang Taruna, sedangkan kebutuhan semen dan material lainnya dipenuhi melalui bantuan donatur masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para pemuda dan warga bekerja secara bersama-sama sesuai kebutuhan pekerjaan. Sebagian mengangkut material, menyusun batu, serta menyiapkan adukan semen. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut mencerminkan kuatnya budaya gotong royong dalam pembangunan lingkungan.
Secara fisik, pembangunan talud diharapkan mampu memperkuat tanah di sisi utara makam sehingga lebih terlindungi dari pengikisan air hujan dan potensi longsor. Dengan demikian, kawasan pemakaman dapat terpelihara, aman, dan tertata untuk kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.
Lebih dari pembangunan infrastruktur, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat hubungan sosial antarpemuda dari empat padukuhan. Kebersamaan yang terbangun menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu kelompok atau wilayah.
Gotong royong tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat solidaritas dan partisipasi masyarakat masih terpelihara. Sinergi pemuda, warga, dan donatur diharapkan terus berkembang menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Redaktur: Mawan

