WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Setelah renovasi Masjid Al Hidayah selesai, jamaah Masjid Al Hidayah dan Masjid Al Iklas di Padukuhan Trowono, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, kembali memfokuskan dana sedekah toples untuk mendukung program Jumat Berkah. Keputusan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengumpulan dan penghitungan sedekah pada 2 November 2026.
Sedekah toples merupakan kegiatan rutin warga yang dilaksanakan setiap tanggal 1 setiap bulan. Namun, pengumpulan bulan ini diundur sehari karena sejumlah pengurus berhalangan hadir akibat adanya acara syukuran warga.
Panitia sedekah toples, Istriono yang akrab disapa Soggol, menjelaskan alasan perubahan jadwal tersebut.
“Pengumpulan yang seharusnya jatuh pada tanggal 1, kami undur satu hari karena pada tanggal 1 banyak pengurus yang berhalangan hadir dikarenakan ada acara syukuran di lingkungan warga,” jelasnya.
Pengurus lainnya, Suparno, turut hadir menyaksikan proses penghitungan dana yang berlangsung tertib dan penuh kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, ketua sekaligus penggagas kegiatan menyampaikan bahwa dana sedekah toples selama beberapa bulan sebelumnya dialihkan untuk membantu pembiayaan renovasi Masjid Al Hidayah. Setelah renovasi rampung, dana yang terkumpul kini kembali diperuntukkan sepenuhnya bagi program Jumat Berkah.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warga Padukuhan Trowono A dan Trowono B, khususnya jamaah kedua masjid, atas partisipasi dan dukungan yang telah diberikan.
Ketua takmir berharap semakin banyak warga berpartisipasi, meskipun melalui infak dalam jumlah kecil.
“Walau hanya seribu rupiah setiap harinya, namun jika dikumpulkan secara bersama-sama, Alhamdulillah setidaknya dapat membantu meringankan beban operasional dan kegiatan sosial di Masjid Al Hidayah. Semoga kegiatan ini dapat memancing warga lain untuk ikut serta, sekecil apa pun infaknya,” harapnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dukuh Trowono B, Supoyo. Ia mengimbau masyarakat untuk ikut mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan sosial warga.
Sementara itu, Kasbi, warga Pulesari yang rutin berpartisipasi, mengaku bersyukur dapat ikut menyisihkan sebagian rezekinya.
“Saya sangat bersyukur bisa ikut andil dalam kegiatan ini. Tidak terasa dan tidak terasa berat menyisihkan seribu rupiah setiap harinya, meskipun kami sadar keadaan perekonomian saat ini belum sepenuhnya membaik,” ujarnya.
Ketua Takmir Masjid Al Hidayah berharap kegiatan sedekah toples terus berkembang dan menjadi sarana mempererat kerukunan masyarakat.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini, keikhlasan kita dalam berinfak senantiasa bertambah, sekalipun nilainya hanya seribu rupiah. Semoga setiap kontribusi yang diberikan oleh jamaah kedua masjid ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, dan menjadi perekat kerukunan antarwarga dan jamaah kita semua,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, warga berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus terpelihara serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masjid dan masyarakat sekitar.

Redaktur: Mawan

