Pemda DIY mempercepat proses pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Abu Bakar Ali (ABA). Proyek revitalisasi kawasan ditargetkan rampung sepenuhnya sesuai kontrak pada 22 Desember 2026 (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM || YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta mempercepat proses pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Abu Bakar Ali (ABA). Proyek revitalisasi kawasan ini ditargetkan rampung sepenuhnya sesuai kontrak pada 22 Desember 2026 mendatang agar dapat terintegrasi dengan berbagai kegiatan di sepanjang Sumbu Filosofis.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bahwa peninjauan langsung di lokasi dilakukan bersama pemangku kepentingan terkait guna memastikan kesiapan dan progres di lapangan berjalan lancar.
“Jadi harapan besar kami, pembangunan bisa sesuai dengan schedule yang sudah disepakati bersama dengan pihak ketiga. Setelah kami tinjau hari ini, kayaknya pembangunannya juga perlu di-push. Kita maunya ke depan selesainya pembangunan RTH bisa berbarengan dengan kegiatan-kegiatan lain di sepanjang sumbu filosofis,” ujar Made belum lama ini saat peninjauan.
Made menyadari proses konstruksi di area publik kerap memicu ketidaknyamanan sementara bagi warga maupun wisatawan. Pihaknya pun membuka pintu seluas-luasnya bagi kritik konstruktif yang disertai solusi demi hasil yang lebih optimal bagi masyarakat.
“Namanya kita melakukan sesuatu untuk menuju yang lebih baik itu, ada yang namanya proses. Dalam proses itu, ada kemungkinan ketidaknyamanan. Karena itu kita terbuka untuk kritik, seperti yang lalu-lalu, kita menerima kritik dan melakukan evaluasi. Kritik tentu boleh, tapi mari kita sama-sama diberikan solusi juga, ini tentu akan kami perhatikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menyampaikan bahwa progres pembangunan fisik saat ini telah berjalan selama delapan minggu dan mencatatkan kemajuan di atas 40 persen. Mengingat tenggat waktu yang tersisa kurang dari dua bulan, pihaknya mengoptimalkan pengerjaan struktur fisik di saat cuaca masih mendukung.
“Dalam waktu sekitar kurang dari 2 bulan lagi, pembangunan kita harapkan selesai, jangan sampai ada pekerjaan yang terganggu. Saat ini, mumpung belum musim hujan, pembangunan masih mengejar yang fisik dulu, seperti bangunan toilet,” ungkap Kusno.
Ia juga menegaskan bahwa sesuai instruksi Gubernur DIY, kawasan RTH ABA tidak akan dipadati oleh bangunan masif. Fasilitas yang tersedia nantinya difokuskan pada area toilet dan jogging track, sementara bangunan pendukung berukuran kecil seperti ruang genset akan ditempatkan secara tersembunyi di sisi paling timur.
“Begitu memasuki musim hujan, fokus pengerjaan akan beralih pada penataan lansekap dan vegetasi. Kawasan RTH ABA dirancang dengan mengusung tiga zonasi konsep taman yang berbeda, yakni area tanaman berbunga di sisi barat, tanaman hijau di bagian tengah, serta tanaman keras atau hutan kota di sisi timur,” katanya.
Selain itu, terdapat penyesuaian desain pada sudut gerbang masuk yang kini diubah menghadap lurus ke arah barat, dari rencana awal yang serong ke arah Jalan Malioboro. Melalui penataan ini, Pemda DIY berharap fungsi ekologis perkotaan dapat kembali pulih di tengah tingginya aktivitas masyarakat di Kota Yogyakarta.
“Keberadaan RTH di Kota Yogyakarta memang minim. Karena itu, RTH ini nanti akan menjadi salah satu lokasi penghijauan di tengah Kota Yogyakarta yang sudah padat dengan aktivitas masyarakat. Harapannya hewan-hewan di kota juga bisa kembali ada di tengah kota ini,” pungkas Kusno.

Redaktur: Mawan

