YOGYAKARTA, WARTA-JOGJA.COM – Kawasan Malioboro mulai dipadati pengunjung sebelum dimulainya rangkaian Pawai Budaya Nuswantoro menjelang Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) resmi digelar pada Rabu 7 Oktober 2026 petang. Salah satu pengisi acara yang sukses mencuri perhatian warga dan wisatawan adalah kontingen delegasi dari Kabupaten Brebes.
Dalam penampilan tersebut, delegasi Brebes membawakan konsep unik yang memadukan keindahan Tari Losari dengan karnaval bertema wayang. Karakter wayang disajikan secara tersirat melalui koreografi tarian yang mengandalkan topeng khas.
Perwakilan peserta delegasi Brebes, Febilita (20), mengungkapkan rasa antusiasnya bisa ambil bagian dalam ajang tahunan yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Yogyakarta tersebut.
“Kita sebagai delegasi dari Brebes juga ingin ikut serta berpartisipasi untuk meramaikan WJNC, karena ini acara tahunan yang memang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jogja juga. Jadi kita ikut excited juga,” ujar Febilita di lokasi acara, Rabu 7 Oktober 2026 malam.
Febilita menceritakan bahwa untuk menyajikan pertunjukan ini, timnya membutuhkan waktu persiapan hampir satu bulan. Proses latihan diakui memiliki tantangan tersendiri karena para anggota terpisah di beberapa wilayah.
“Persiapannya hampir satu bulanan karena kita juga ada pembuatan troli yang memakan waktu lama, dan latihan koreografi karena kita ada di beberapa daerah yang susah menggabungkan waktunya,” katanya.
Ia menyebut, kontingen Brebes mengerahkan sekitar 25 hingga 30 penampil yang didukung oleh total 45 hingga 50 personel tim.
“Ada dari pelajar SMP, SMA, mahasiswa, hingga pekerja,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muh Zandaru Budi Purwanto, mengatakan bahwa Pawai Budaya Nuswantoro sore itu diikuti oleh enam kontingen luar daerah, termasuk Brebes.
“Ini diikuti oleh enam kontingen dari luar daerah dan satu kontingen nanti tampil di WJNC, jadi total ada tujuh kontingen, tapi sore ini yang akan tampil ada enam kontingen,” ujar Zandaru.
Adapun enam kontingen luar daerah yang meramaikan panggung Malioboro tersebut berasal dari Kabupaten Bantul, Kota Madiun, DKI Jakarta, Kota Mojokerto, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Semarang.
Zandaru menambahkan, ajang ini menjadi wadah sinergi antar-pemerintah daerah untuk saling mengenalkan potensi budaya dan pariwisata. Status Yogyakarta sebagai City of Festival menjadi daya tarik besar bagi daerah lain untuk unjuk kebolehan.
“Jogja sebagai kota festival, City of Festival, menjadi daya tarik sendiri bagi kontingen luar daerah untuk bisa tampil di Jogja tercinta ini,” tuturnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung gelaran seni dan ajang kebudayaan yang ada di Kota Yogyakarta.
“Ini menjadi perayaan kita bersama masyarakat Yogyakarta, maka mari kita dukung pembangunan di kota kita, kita dukung autentik konkretnya pembangunan di bawah pimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta,” pungkas Zandaru.

Redaktur: Mawan

