
WARTA-JOGJA.COM – Rebung atau bambu muda dinilai memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional yang menyehatkan. Selain mudah ditemukan dan telah lama dikonsumsi masyarakat Indonesia, rebung juga menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari menurunkan kolesterol hingga mengontrol kadar gula darah.
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Agung Endro Nugroho, mengatakan rebung mengandung kombinasi nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan tubuh. Dari sisi makronutrien, rebung termasuk pangan rendah kalori dan lemak, mengandung protein nabati, serta kaya serat.
“Kombinasi ini membuat rebung bermanfaat untuk menghambat absorbsi gula, membantu menurunkan kadar kolesterol, serta mengontrol kadar glukosa darah. Indeks glikemiknya juga relatif rendah, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes maupun individu dengan obesitas,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Selain itu, rebung juga mengandung berbagai mikronutrien penting seperti kalium, magnesium, vitamin B, dan vitamin C yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh secara umum. Kandungan tersebut semakin memperkuat posisi rebung sebagai pangan fungsional.
Menurut Agung, sejumlah penelitian juga menunjukkan rebung mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang bersifat antioksidan, serta fitosterol yang berperan dalam menurunkan kadar kolesterol.
“Senyawa-senyawa ini juga berpotensi bersifat antiinflamasi (antiradang),” katanya.
Namun, Agung mengingatkan bahwa rebung harus diolah dengan benar sebelum dikonsumsi. Pasalnya, rebung secara alami mengandung glikosida sianogenik yang berpotensi menghasilkan hidrogen sianida.
“Dengan perebusan selama sekitar 10 – 15 menit, kemudian air rebusannya dibuang, senyawa berpotensi toksik tersebut dapat dieliminasi. Jadi, rebung aman dikonsumsi dengan catatan harus diolah terlebih dahulu dan tidak dikonsumsi mentah,” terangnya.
Ia menyebut, beberapa penelitian menunjukkan senyawa fenolik dan flavonoid dalam bambu dapat menghambat pembentukan akrilamida dan furan, yakni senyawa berbahaya yang bisa muncul akibat proses penggorengan atau pemanggangan bersuhu tinggi.
“Fakta ini menunjukkan bahwa bambu, termasuk rebung, justru dapat berkontribusi membuat pangan lebih aman bila diolah dengan tepat,” jelasnya.
Sebagai negara dengan sumber daya bambu yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar dalam mengembangkan rebung sebagai pangan alternatif. Dengan pengolahan yang tepat, rebung berpotensi menjadi pangan rendah kalori, tinggi serat, dan bernilai ekonomi.
Agung bahkan menyebut rebung layak dikategorikan sebagai superfood karena padat gizi, memberikan manfaat kesehatan nyata, serta memiliki risiko yang relatif rendah.
“Kuncinya adalah pengolahan yang benar, edukasi kepada masyarakat, dan pemanfaatan yang sesuai kaidah ilmiah,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN







