GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Kepala Dinas Kundho Kabudayan Kabupaten Gunungkidul, Agung Danarto, S.Sos., M.S.E., menegaskan bahwa setelah resmi menyandang gelar Kalurahan Mandiri Budaya, Kalurahan Petir memiliki kewajiban utama untuk mengelola empat pilar pengembangan secara utuh, yaitu Desa Budaya, Desa Wisata, Desa Prima, serta Preneur. Langkah ini bertujuan menyatukan upaya pelestarian tradisi dengan peningkatan taraf kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Agung Danarto dalam puncak peringatan Hari Jadi Kalurahan Petir ke-185 yang berlangsung Minggu (19/7/2026) di wilayah Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul.
Bekas menjabat sebagai Panewu Kapanewon Rongkop ini turut menyampaikan kebanggaan atas semangat atau “greget” yang ditunjukkan warga Petir dalam menjaga warisan budaya. Tema peringatan kali ini yakni “Jumangkah Jantraning Laku” dimaknai sebagai gambaran roda kehidupan yang senantiasa berputar: terus bergerak melayani masyarakat, tak henti melestarikan budaya, sekaligus mendorong kemajuan pembangunan.
“Dengan status Kalurahan Mandiri Budaya, ibarat rumah utamanya adalah budaya; di dalamnya pula terdapat wisata, pengembangan prima, dan kewirausahaan. Keempatnya harus dijalankan dan dilestarikan bersamaan, tidak boleh hanya mengungguli satu sisi saja,” tegas Agung Danarto.

Ia meminta jajaran pengelola kalurahan segera merealisasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMK) dan menyelaraskannya dengan dokumen rencana induk atau masterplan. Hal ini penting agar alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar per tahun dapat terserap secara optimal dan benar-benar mendatangkan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga. Agung Danarto juga berpesan agar prestasi dan ketersediaan anggaran tersebut tidak membuat pihak pengelola terlena dan berkurang semangat kerjanya.
Puncak peringatan Hari Jadi ke-185 ditandai dengan pelaksanaan upacara adat serta kirab budaya yang sangat meriah. Iring-iringan tumpeng dari keseluruhan 13 Padukuhan, perangkat kalurahan, dan lembaga kemasyarakatan bergerak bersama kesenian Bergodo Guntur Rumekso, berangkat dari Balai Padukuhan Petir A menuju Balai Kalurahan Petir. Tumpeng-tumpeng tersebut secara simbolis diserahkan kepada Lurah Kalurahan Petir Sarju, S.I.P., oleh perwakilan masyarakat Alip Sudarmaji. Selanjutnya seluruh tumpeng dibawa masuk ke Balai Kalurahan untuk rangkaian kenduri dan doa yang dipimpin Ki Nasrudin, sebelum akhirnya dinikmati bersama atau kembul bujono oleh seluruh warga yang hadir.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Monitoring Kalurahan Budaya DIY C.B. Supriyanto, S.I.P., Panewu Kapanewon Rongkop Edy Sedono, S.I.P., M.Si., beserta jajaran Forkompinkap, anggota Dewan Budaya, Babinsa dan Babinkamtibmas, tim KKN Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, serta sejumlah undangan lainnya.
Lurah Kalurahan Petir Sarju, S.I.P., menyambut baik arahan tersebut dan berharap Dinas Kundho Kabudayan serta Tim Monitoring Kalurahan Budaya DIY senantiasa memberikan bimbingan, masukan, dan saran konstruktif dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya Jawa di wilayahnya.
Pelaksanaan upacara adat ini menandai berakhirnya serangkaian kegiatan Hari Jadi yang telah dimulai sejak tanggal 13 Juli 2026. Tingginya antusiasme warga mendukung setiap tahapan kegiatan menjadi bukti nyata semangat gotong royong yang kuat sebagai pondasi pelestarian tradisi di Kalurahan Petir.

🌐 Redaktur: Mawan

