
WARTA – JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Kapanewon Panggang kembali menorehkan prestasi budaya melalui penyelenggaraan Panggang Night Carnival 2026 yang mengusung tema “Simfoni Alam Nusantara di Bawah Langit Malam”. Gelaran ini menghadirkan perpaduan harmonis antara seni pertunjukan, kearifan lokal, kreativitas masyarakat, serta semangat persatuan dalam nuansa malam yang penuh semarak.
Berlangsung pada Minggu, 8 Agustus 2026, kemeriahan acara semakin tampak saat 19 kontingen secara berurutan melintasi rute karnaval. Beragam kostum artistik, hiasan lampion, tarian tradisional maupun kontemporer, irama musik, serta berbagai karya kreasi unggulan dipersembahkan untuk menghibur warga yang hadir.
Panewu Panggang, Sustiwiningsih, menjelaskan bahwa peserta karnaval mewakili seluruh lapisan masyarakat. “Kontingen hadir dari berbagai unsur: Forum Anak Kapanewon Panggang, SMP Negeri 1 Panggang, SMP Negeri 4 Panggang, perwakilan seluruh kalurahan, hingga sanggar-sanggar seni yang tumbuh dan berkembang di wilayah ini,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat nyata sejak parade dimulai. Jalan-jalan di sepanjang rute dipadati penonton, begitu pula kawasan lapangan yang menjadi titik sentral kegiatan. Sorak dukungan dan tepuk tangan menggema setiap kali kontingen menampilkan kreasi terbaiknya di hadapan publik.
Penyelenggaraan Panggang Night Carnival 2026 ini turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan warisan seni dan budaya yang dimiliki.
Acara dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Gunungkidul Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Johan Eko Sudarto, mewakili Bupati Gunungkidul. Dalam sambutan yang dibacakannya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, kami sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Kapanewon Panggang serta seluruh elemen yang telah mendukung sehingga kegiatan luar biasa ini dapat terselenggara dengan baik,” tegas Johan.
Keberhasilan gelaran ini, lanjutnya, tidak terlepas dari sinergi lintas sektor. Dukungan menyeluruh datang dari TNI, Polri, pemerintah kalurahan, instansi terkait, lembaga keuangan, Dewan Kebudayaan Kapanewon Panggang, Karang Taruna, satuan pendidikan, sanggar seni, komunitas, Forum Anak, panitia pelaksana, relawan, hingga masyarakat luas.
“Setiap pihak memiliki peran yang tak terpisahkan. Semangat gotong royong dan kebersamaan inilah yang menjadi fondasi kekuatan utama terselenggaranya acara ini,” tambahnya.
Panggang Night Carnival 2026 sekaligus membuktikan bahwa potensi seni dan budaya yang dimiliki Kapanewon Panggang memiliki daya tarik yang luar biasa ketika diberi ruang apresiasi yang tepat.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, jajaran Forkopim Kapanewon Panggang, kepala instansi se-Kapanewon Panggang, serta seluruh lurah di wilayah Panggang.
Pemerintah Kapanewon Panggang menaruh harapan agar Panggang Night Carnival tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan terus tumbuh berkembang menjadi ikon utama seni dan budaya yang menjadi kebanggaan daerah. Dengan semangat guyub rukun, gotong royong, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya, pesta rakyat ini diharapkan senantiasa dinantikan dan semakin memukau dari tahun ke tahun.

Redaktur: Mawan








