
WARTA – JOGJA.COM || KULON PROGO, DIY – Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan warga sekolah, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Mukhyidin, S.Kom., hadir sebagai pemateri dalam kegiatan pengajian Paguyuban Orang Tua (POT) SD Negeri Kutogiri, Sidomulyo, Pengasih, pada Sabtu (08/08/26) pukul 07.30 WIB.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah, jajaran guru, karyawan, pengurus komite sekolah, pengurus POT, serta para orang tua dan siswa-siswi SD Negeri Kutogiri.
Dalam sambutannya, Kepala SD Negeri Kutogiri, Jamaludin, S.Pd.SD., mengimbau seluruh orang tua murid untuk terus konsisten menghadiri agenda rutin ini. “Kami berharap para orang tua dapat selalu istiqomah menghadiri pengajian POT ini sebagai sarana thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu) sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan dan materi yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih,” ujar Jamaludin.
Mengangkat tema yang relevan, Mukhyidin, S.Kom., dalam tausiyahnya mengajak jemaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Selain itu, ia juga menekankan dua faktor utama yang paling menentukan dalam pembentukan karakter anak, yaitu pola asuh di rumah dan faktor lingkungan tempat anak tumbuh. Menurutnya, sinergi antara orang tua dan lingkungan yang positif akan melahirkan generasi yang berakhlak mulia.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi penuh atas sinergi yang terjalin antara pihak sekolah dan penyuluh agama. “Sinergi antara KUA, pihak sekolah, dan orang tua melalui wadah pengajian seperti ini sangat penting. Pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi harus dimulai dari rumah dan didukung oleh lingkungan yang kondusif. Kami di KUA Pengasih akan terus berkomitmen mendampingi masyarakat dalam pembinaan keagamaan dan keluarga,” ungkap Rangga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan instansi keagamaan semakin kuat demi melahirkan generasi penerus yang cerdas dan berkarakter islami.(myid)
Penulis
Redaktur: Mawan








