GUNUNGKIDUL, DIY, WARTA-JOGJA.COM – SD Madrasah Mbajaran, Kalurahan Karang Asem, Kapanewon Paliyan, melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar kelas atau outing class pada Jumat (18/9/2026). Seluruh peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung di sepanjang jalan lingkar Pasar Trowono. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan lingkungan sekitar tempat tinggal secara langsung kepada para siswa, menggantikan suasana ruang kelas yang biasa mereka tempati. Kepala Sekolah beserta seluruh pendidik menyambut baik langkah ini dan berharap manfaat yang diperoleh dirasakan secara mendalam oleh setiap anak.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata upaya lembaga pendidikan menyelaraskan pembelajaran akademik dengan pengalaman nyata di lapangan, sehingga peserta didik tidak hanya memahami konsep dari buku, melainkan juga melihat, merasakan, dan memaknai langsung apa yang ada di lingkungannya.
Tujuan: Menyelaraskan Ilmu dengan Pengalaman Nyata
Kepala Sekolah SD Madrasah Mbajaran, Subari, membenarkan pelaksanaan kegiatan tersebut dan menjelaskan arah utama penyelenggaraannya. Pembelajaran di luar kelas ini dirancang khusus untuk mempererat serta memperdalam pengenalan peserta didik terhadap lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
“Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan melalui buku, tetapi dapat melihat, merasakan, dan memahami secara langsung apa yang ada di sekitar mereka,” ujar Subari.
Beliau menegaskan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan yang diperoleh dari ruang kelas dengan pengamatan langsung di alam terbuka. Pengenalan lingkungan sejak dini diyakini membentuk kesadaran yang kokoh bagi anak-anak untuk memahami, menghargai, dan menjaga tempat tinggal mereka.
Suasana Kegiatan Penuh Semangat dan Ketertiban
Kegiatan pembelajaran di luar kelas berlangsung pada pagi hari dengan menyusuri jalan lingkar Pasar Trowono. Para peserta didik berjalan tertib, antusias, dan penuh semangat sepanjang perjalanan, menikmati suasana belajar yang berbeda dari biasanya. Udara pagi yang segar dan pemandangan lingkungan sekitar menambah kenyamanan serta kegembiraan dalam proses pembelajaran tersebut.
Waluyo, Guru Olahraga di SD Madrasah Mbajaran, turut mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung. Beliau menyampaikan harapan agar pengalaman belajar di alam terbuka ini memberikan kesan mendalam sekaligus manfaat nyata bagi perkembangan para siswa.
“Semoga anak-anak dapat lebih mengenal lingkungan tempat mereka tinggal, dapat menghirup udara pagi yang segar, serta menikmati proses belajar dengan suasana yang berbeda dari biasanya,” ungkap Waluyo di sela-sela pendampingan saat siswa menyusuri jalan lingkar Pasar Trowono.
Makna dan Harapan untuk Masa Depan
Pembelajaran di luar kelas ini menjadi momen berharga yang tidak sekadar perjalanan wisata, melainkan wahana pendidikan yang menyatukan pengamatan, pemahaman, dan penghayatan terhadap alam dan lingkungan tempat para siswa tumbuh. Melalui pendampingan cermat dari para pendidik, setiap peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang lingkungan sekitar, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta, kepedulian, serta tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan alam di sekitarnya.
Kegiatan ini juga menjadi fondasi penting agar generasi muda sejak dini terbiasa menghargai lingkungan hidupnya, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi warga masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli dan berbudaya lingkungan.

Redaktur: Mawan

