KULON PROGO, DIY, WARTA-JOGJA.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menyerahkan secara resmi rekomendasi hasil kegiatan Konsultasi Syariah dan Konseling kepada Kepala SMK Negeri 2 Pengasih pada Rabu (16/9/2026). Dokumen ini merupakan wujud akuntabilitas dan transparansi program kolaborasi lintas sektor antara KUA Pengasih bersama Puskesmas Pengasih II, yang dirancang untuk memantau sekaligus membina perkembangan fisik, mental, dan spiritual para peserta didik. Rekomendasi diterima langsung oleh Kepala SMK Negeri 2 Pengasih, Maryuli Darmawan, S.Pd., S.ST., M.Eng., didampingi Wakidi, S.Pd.
Penyerahan ini menegaskan komitmen bersama lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan, dan instansi keagamaan untuk menjamin pertumbuhan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kokoh karakter, sehat batin, dan berakhlak mulia.
Apresiasi Sekolah atas Sinergi yang Berdampak Nyata
Kepala SMK Negeri 2 Pengasih, Maryuli Darmawan, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran pendampingan dari KUA Pengasih menjembatani kebutuhan siswa akan arahan dan pembinaan yang menyentuh aspek batin sekaligus sosial.
“Terima kasih atas sinergi dari KUA dengan kegiatan pembinaan mental spiritual sehingga siswa-siswi kami bisa dijembatani dan mendapat arahan dengan baik,” tutur Maryuli.
Beliau menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor ini tidak sekadar kegiatan sesaat, melainkan fondasi penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan kondusif bagi pertumbuhan kepribadian siswa.
Dinamika Permasalahan Remaja Menurut Ruang Aman
Mukhyidin, S.Kom., selaku perwakilan tim Konsultasi Syariah KUA Pengasih, memaparkan gambaran umum temuan pendampingan. Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi para siswa sangat beragam, mulai dari kesulitan penyesuaian diri, tekanan akademis, hingga dinamika pergaulan yang kompleks. Sebagian di antaranya memerlukan perhatian dan penanganan khusus agar tidak berdampak buruk pada perkembangan kepribadian.
“Masalah yang dihadapi para siswa sangat beragam, mulai dari penyesuaian diri, tekanan akademis, hingga dinamika pergaulan. Namun pada intinya, mereka memerlukan ruang aman untuk didengar, disupport, serta diarahkan secara konstruktif agar mampu membangun benteng mental dan spiritual yang kokoh,” jelas Mukhyidin.
Komitmen KUA: pendampingan Inklusif & Berkelanjutan
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menegaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah preventif yang strategis dalam membentengi karakter generasi muda. Melalui integrasi layanan konsultasi syariah dan konseling dengan pelayanan kesehatan, KUA Pengasih ingin memastikan setiap siswa tumbuh sehat secara fisik sekaligus matang secara spiritual dan emosional.
“Sinergi ini merupakan langkah preventif dalam membentengi karakter remaja. Melalui layanan konsultasi syariah dan konseling yang berkolaborasi dengan layanan kesehatan, kami ingin memastikan para siswa tumbuh tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional,” tegas Rangga.
Rekomendasi Jadi Pijakan Kerja Sama Masa Depan
Penyerahan rekomendasi ini diharapkan menjadi pijakan yang memperkuat kerja sama berkelanjutan antara lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, dan KUA Pengasih. Setiap pihak berkomitmen untuk terus menyelaraskan program, berbagi data secara bertanggung jawab, dan memperluas jangkauan pendampingan agar semakin banyak siswa yang merasakan manfaatnya. Bersama-sama, ketiga pilar ini mewujudkan visi generasi muda yang sehat, berakhlak mulia, tangguh mental, dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.
Penulis
Redaktur: Mawan

