YOGYAKARTA, WARTA-JOGJA.COM – Menjelang peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, Ibnu Sunanto, sekaligus CEO dan Komisaris Utama JogjaKita, menyampaikan harapan sekaligus komitmennya: kemajuan Yogyakarta harus tetap berakar pada budaya dan dirasakan secara adil oleh seluruh warga.
“Kami berharap Yogyakarta tidak hanya semakin maju dan modern, tetapi kemajuannya juga dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Ibnu dalam wawancara khusus, Kamis (17/9/2026).
Ibnu menegaskan, keistimewaan Yogyakarta terletak pada kekhasannya sendiri: budaya yang kuat, kreativitas masyarakat, dunia pendidikan, pariwisata, serta kehidupan sosial yang guyub. Menurutnya, Yogyakarta harus berkembang menjadi kota cerdas (smart city) tanpa sekaligus kehilangan jati dirinya.
Dari Transportasi Menuju Ekosistem Digital Lokal
Lahir dan tumbuh di tanah kelahirannya sendiri, JogjaKita mengaku memiliki kedekatan sekaligus tanggung jawab khusus terhadap Yogyakarta. Ke depannya, kiprah lembaga ini tak lagi hanya dikenal sebagai aplikasi transportasi daring, melainkan berkembang menjadi platform digital yang menghubungkan beragam kebutuhan warga dengan potensi ekonomi setempat.
“Transportasi menjadi pintu masuk. Selanjutnya, ekosistem ini kami perluas mencakup UMKM, kuliner, pariwisata, pembayaran digital, serta kolaborasi dengan komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah,” papar Ibnu.
Teknologi, katanya, dihadirkan bukan untuk menggantikan peran warga, melainkan mengangkat potensi lokal agar pelaku usaha daerah semakin berkembang dan nilai ekonomi tetap berputar di Yogyakarta.
Membuktikan Daerah Bisa Melahirkan Teknologi Sendiri
Sejak awal berdiri, JogjaKita telah membuka ruang luas bagi pengemudi, pelaku UMKM, dan pedagang untuk masuk ke dalam ekosistem digital. Namun bagi Ibnu, kontribusi tidak hanya diukur dari jumlah perjalanan atau besarnya nilai transaksi.
“Yang sama pentingnya: kami ingin menunjukkan bahwa daerah juga mampu melahirkan, membangun, dan mengembangkan platform teknologinya sendiri,” tegasnya.
Yogyakarta, lanjutnya, memiliki sumber daya manusia, kreativitas, dan potensi ekonomi yang besar. Keberhasilan JogjaKita bukan hanya saat aplikasinya tumbuh pesat, melainkan ketika ekosistem lokal ikut berkembang bersama.
Jogja Maju Bukan Menjadi Seperti Kota Lain
Ibnu memandang Yogyakarta bukan sekadar kota administratif, melainkan kota yang istimewa karena nilai, budaya, sejarah, dan karakter warganya. Di sini tradisi, pendidikan, kreativitas, pariwisata, komunitas, dan teknologi hidup berdampingan, sebuah kekhasan yang tak dimiliki kota lain.
“Kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat Jogja kehilangan karakter, justru membantu menjaga keistimewaannya memasuki zaman baru,” ujar Ibnu.
Ia menegaskan pesan yang tegas: “Jogja yang maju bukan yang berubah menjadi seperti kota lain. Jogja yang maju adalah yang semakin modern, tetapi tetap istimewa”. (*)


