
JAKARTA || WARTA-JOGJA.COM – Aurelia Fediana merilis single kelimanya berjudul “Selalu Ada” pada Selasa, 1 September 2026, melalui label Irma June Music dan didistribusikan secara luas di berbagai platform musik digital. Lagu yang lahir dari perjalanan panjang menghadapi rasa sakit berkepanjangan ini merefleksikan penemuan kembali kekuatan iman dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa hadir, bahkan di saat manusia larut dalam penderitaan hingga lupa menyadari kehadiran-Nya. Karya ini sekaligus menjadi wadah berbagi penghiburan bagi siapa saja yang sedang berjuang dan merasa putus asa.
Lagu “Selalu Ada” lahir dari pengalaman pribadi Aurelia yang terjatuh dan mengalami benturan keras pada paha belakang kiri pada Januari 2021. Peristiwa tersebut menimbulkan rasa sakit luar biasa yang ia tanggung selama lebih dari tiga tahun – di mana setiap aktivitas sederhana seperti duduk, berdiri, berjalan, hingga tidur menjadi perjuangan berat, sementara dari luar ia tampak wajar. Di tengah masa sulit itu, justru sejak pertengahan 2023 ia kembali menemukan panggilan menulis lagu rohani setelah sempat berhenti berkarya sejak sekitar 2016. Inspirasi yang mengalir begitu itu kemudian disusun menjadi karya yang sarat pesan iman, sebagaimana tercermin dalam bagian reff: “Sebab Tuhan s’lalu ada / Saat pedih, dalam duka / Bahkan saat ‘ku tak menyadarinya.”
Bagi Aurelia, setiap lagu adalah bagian dari dirinya yang diabadikan, seperti buku harian yang dinyanyikan. Melalui musik, ia menemukan kebebasan bercerita tanpa harus membuka sepenuh ruang pribadinya, sekaligus menyadari bahwa pengalaman hidupnya dapat menjadi kekuatan dan peneguhan bagi orang lain. Dukungan dan bimbingan vokal dari Irma June melalui Irma June Vocal Academy turut membentuk kualitas penyampaian emosi dalam lagu ini, di mana proses latihan berbulan-bulan dilakukan agar tidak hanya tampil secara teknis sempurna, melainkan juga menyampaikan perasaan dan makna yang mendalam.
Proses produksi “Selalu Ada” melibatkan sejumlah musisi berpengalaman: Irma June memimpin proyek secara keseluruhan, aransemen digarap Agus Hendrajaya, gitar dimainkan Morgan Sigarlaki, serta paduan suara Irma June dan Stephen Tamadji. Kini Aurelia telah menulis 25 lagu, dan berharap karya-karyanya bukan sekadar memperkenalkan dirinya, melainkan menjadi benih yang tumbuh dan memberi manfaat bagi pendengar. Pesan sederhana namun kuat yang ingin disampaikan: Tuhan selalu ada, bahkan ketika kita tidak menyadarinya, dan segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Redaktur: Mawan








