
WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Pameran Seni Rupa Kabupaten Gunungkidul 2026 yang digelar di Taman Budaya Gunungkidul resmi ditutup oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, pada Minggu, 30 Agustus 2026. Alih-alih menjadi penanda berhentinya aktivitas, penutupan justru dicanangkan sebagai momentum untuk melahirkan karya-karya baru serta memperluas ruang ekspresi seni hingga ke ruang publik, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Bupati Endah menegaskan bahwa keberadaan seni dan kebudayaan tidak boleh muncul hanya saat pameran berlangsung.
“Semangat berkarya jangan berhenti setelah pameran ini selesai. Justru setelah pameran berakhir, kita berharap muncul karya-karya baru dan ruang-ruang kreativitas yang semakin luas,” ujarnya.
Pemerintah daerah berkomitmen membuka lebih banyak kesempatan agar seniman dapat berekspresi sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Lebih dari sekadar keindahan visual, Bupati menilai karya seni berfungsi sebagai wadah penyampaian pemikiran, rekaman persoalan sosial, serta jembatan komunikasi antarwarga. Kekayaan alam, tradisi, budaya, dan dinamika kehidupan di Gunungkidul dinilai menjadi sumber inspirasi tak terbatas yang dapat diolah menjadi karya kreatif. Oleh karena itu, aktivitas seni ke depan diharapkan tidak lagi terpusat di gedung pameran semata, melainkan tumbuh di ruang publik, sekolah, kawasan wisata, hingga lingkungan permukiman.
Bupati Endah juga menegaskan kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kebudayaan dan kreativitas memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus memperkuat identitas Gunungkidul. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dinas Kebudayaan, panitia, kurator, seniman, komunitas seni, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan pameran.
“Karya yang telah ditampilkan menjadi pemantik bagi lahirnya kreativitas berikutnya. Seni akan semakin hidup ketika karya dihargai, dinikmati, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” pungkas Bupati Endah.
Penutupan pameran ini pun resmi ditetapkan bukan sebagai akhir, melainkan titik awal pengembangan seni rupa yang makin merakyat dan berdaya cipta luas di Bumi Handayani.









