
Suasana haru saat proses wisuda anak anak SD Muhammadiyah Bendosari berlangsung di Aula SMK 1 Kalasan pada Ahad, 28 Juni 2026 (foto Hendri)
SLEMAN, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Suasana haru, syukur, dan kebanggaan menyelimuti Aula SMK 1 Kalasan pada Ahad, 28 Juni 2026. SD Muhammadiyah Bendosari melaksanakan kegiatan Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz Juz 30, sebagai wujud pertanggungjawaban lembaga atas proses pendidikan dan pembinaan yang telah dijalankan sepanjang tahun ajaran. Acara ini sekaligus menegaskan posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai keislaman yang kian dipercaya oleh masyarakat luas.
Kegiatan dirangkai dalam empat agenda utama yang saling berkaitan, menggambarkan komitmen sekolah dalam membina peserta didik secara utuh:
1. Tingginya Kepercayaan Masyarakat: Pendaftaran Penuh hingga Inden 2031
Minat masyarakat untuk menitipkan pendidikan putra-putrinya di lembaga ini terus meningkat. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SD Muhammadiyah Bendosari menerima sebanyak 28 peserta didik baru dan langsung memenuhi kuota satu kelas yang tersedia. Bahkan, antusiasme tersebut terlihat dari adanya pendaftaran dengan sistem inden yang telah tercatat hingga tahun 2031.
Salah satu wali murid baru menyampaikan alasan pemilihan sekolah ini: “Landasan agama adalah yang utama. Kami ingin anak kami tumbuh dengan Al-Qur’an dan akhlak sejak kecil.” Hal ini menunjukkan bahwa visi pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai ketuhanan menjadi pertimbangan utama bagi orang tua.
2. Wisuda Tahfidz Juz 30: Bukti Keberhasilan Program Unggulan
Puncak acara ditandai dengan pengukuhan sebanyak 19 peserta didik sebagai penghafal Al-Qur’an 30 Juz, terdiri dari 10 siswa kelas 3 dan 9 siswa kelas 6. Selain itu, sekolah juga memberikan apresiasi khusus bagi siswa yang berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
Terjalinnya kesinambungan pendidikan juga terlihat jelas, di mana sebanyak 17 anak dari TK ABA Bendosari melanjutkan jenjang pendidikan dasar di SD Muhammadiyah Bendosari, membentuk ekosistem pendidikan yang konsisten dan berkelanjutan.
3. Ekspresi dan Pembentukan Karakter Melalui Seni Bernuansa Islami
Sebagai bagian dari pembinaan mental dan keberanian tampil di muka umum, para siswa menampilkan persembahan berupa pembacaan puisi bernafaskan Islami dan lantunan lagu-lagu religi. Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sarana menumbuhkan rasa cinta terhadap nilai-nilai keagamaan sekaligus melatih rasa percaya diri. Sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari hadirin menjadi bukti apresiasi terhadap proses pembinaan karakter yang dilakukan sekolah.
4. Apresiasi Orang Tua: Pengakuan Atas Mutu Pembinaan
Ungkapan rasa syukur dan bangga disampaikan secara langsung oleh para wali murid. Salah satu wali murid wisudawan menyatakan:
“Tanggapan orang tua luar biasa. Kami sangat bangga kepada anak-anak yang sudah dibina di sekolah ini. Dari yang awalnya belum lancar mengaji, sekarang sudah khatam 30 Juz di kelas 3 SD. Terima kasih guru-guru SD Muhammadiyah Bendosari.”
Senada dengan hal tersebut, wali murid lainnya menambahkan: “Sekolah tidak hanya mengajarkan pelajaran, tapi juga adab, cinta Al-Qur’an, dan berani tampil. Itu yang kami cari.”
Yuni Winarti, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah Bendosari, menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. “Kami akan terus menjaga mutu pendidikan dengan menjadikan agama sebagai landasan, tahfidz sebagai kebiasaan, prestasi sebagai target, dan keberanian berekspresi sebagai bekal kehidupan bagi peserta didik,” tegasnya.
Acara ditutup dengan momen silaturahmi dan kebersamaan antar guru, orang tua, serta siswa. Diharapkan melalui sinergi ini, SD Muhammadiyah Bendosari senantiasa melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berprestasi, berakhlak mulia, dan berani berkarya bagi bangsa dan agama.
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan






