
WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Palang Merah Indonesia Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Pemerintah Kapanewon Girisubo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kemanusiaan di Aula Kapanewon Girisubo, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai fungsi strategis PMI, pentingnya budaya donor darah sukarela, serta kesiapan menghadapi potensi bencana guna membangun lingkungan yang peduli dan tangguh.
Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul, Sunyoto, S.SIT., M.AP., menegaskan bahwa PMI menjalankan misi kemanusiaan tanpa memandang perbedaan latar belakang individu. Seiring meningkatnya kebutuhan pasokan darah di fasilitas pelayanan kesehatan, dukungan partisipasi masyarakat secara rutin menjadi kebutuhan mendesak.
“Donor darah adalah bentuk kepedulian yang sederhana, namun manfaatnya sangat besar. Satu kantong darah dapat menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela terus meningkat sehingga ketersediaan stok darah di Kabupaten Gunungkidul tetap terjaga,” ujar Sunyoto.

Ketua Unit Pelayanan Darah PMI Kabupaten Gunungkidul, dr. Triyani Heny Astuti, menyampaikan pemaparan mendalam mengenai donor darah sebagai gaya hidup mulia yang bermanfaat bagi kesehatan, sekaligus menjelaskan prosedur teknis pelaksanaannya yang aman dan terstandarisasi.
Sementara itu, Panewu Anom Girisubo yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kapanewon Girisubo, Hari Susanto, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap menumbuhkan partisipasi aktif warga dalam setiap gerakan kemanusiaan.
“Kami berharap kegiatan sosialisasi PMI ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan, donor darah, dan penanggulangan bencana sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi kokoh antara PMI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi utama membangun ketahanan sosial serta kesiapan merespons keadaan darurat maupun bencana alam.
Melalui kegiatan ini, peserta memahami secara utuh peran dan fungsi lembaga PMI, manfaat kesehatan bagi pendonor, serta nilai luhur gotong royong dan solidaritas sosial. Diharapkan semakin banyak warga Girisubo yang tergerak bergabung menjadi relawan maupun pendonor sukarela, sehingga semangat kemanusiaan dapat terpelihara dan memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi kesejahteraan bersama.

🌐 Redaktur: Mawan








