
KULON PROGO, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Menyikapi tantangan pergaulan dan perkembangan teknologi di era digital yang kian kompleks, Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Pengasih terus menggalakkan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Pada Selasa (23/6/2026), kegiatan edukatif ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pengasih dengan diikuti oleh 60 siswa-siswi secara antusias.
Guna memaksimalkan penyerapan materi dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, panitia membagi peserta ke dalam dua kelas paralel dengan pokok bahasan yang saling melengkapi. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar berkat koordinasi intensif antara pihak KUA dengan Kepala SMK Negeri 1 Pengasih, Waryanto, S.Pd., yang menyatakan dukungan penuh terhadap program pembinaan karakter bagi peserta didiknya.
Pada kelas pertama, materi disampaikan oleh Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., yang memotivasi para siswa untuk menjadi pribadi yang sehat, berwawasan luas, serta memiliki perencanaan masa depan yang terarah. Sesi ini dilengkapi oleh pemaparan dari Munawir, S.Ag., yang menekankan pentingnya pembentukan karakter Remaja Qurani: generasi yang unggul secara intelektual, namun tetap berlandaskan nilai-nilai akhlak mulia dan sikap moderat dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, di kelas kedua disajikan materi yang tak kalah penting. Luazizah, S.H.I., menguraikan konsep remaja sehat secara menyeluruh serta strategi menjaga diri di tengah dinamika pergaulan masa kini. Pemahaman tersebut diperdalam oleh Mukhyidin, S.Kom., yang membekali siswa dengan keterampilan pengelolaan diri (self-management) serta pemahaman mengenai kesehatan mental sebagai aspek fundamental dalam menjalani masa remaja yang produktif dan seimbang.
Seluruh rangkaian kegiatan didampingi secara aktif oleh tim KUA Pengasih yakni Muchlas Ardiansyah, S.Sos., dan Khanifah Lillah Rohmah, A.Md., yang bekerja sama dengan guru pendamping sekolah, Meru Herlaut, S.Pd.
Melalui pendekatan pembagian kelas ini, diharapkan pesan-pesan utama seperti pencegahan pernikahan dini, pengendalian emosi, dan pembentukan kepribadian religius dapat tersampaikan secara lebih mendalam dan menyentuh hati setiap peserta. Sinergi antara lembaga keagamaan dan satuan pendidikan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mencetak generasi emas Kulon Progo yang berilmu, berakhlak, sehat jasmani dan rohani.(myid)
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan






