
WARTA-JOGJA.COM || MAGELANG, JATENG – Komando Distrik Militer (Kodim) 0705/Magelang resmi memiliki pemimpin baru. Serah terima jabatan Komandan Kodim telah dilaksanakan, di mana Letkol Inf Afrizal Rakhman menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Letkol Inf Satrio Budi Bowo Leksono.
Letkol Inf Afrizal Rakhman selanjutnya akan menjalankan amanah baru sebagai Wakil Asisten Personel (Waspers) di lingkungan Kodam XXI/Radin Inten, Lampung. Sementara penggantinya, Satrio Budi Bowo Leksono, sebelumnya menjabat sebagai Komandan Batalyon Taruna (Danyontar) Tingkat II Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Bagi pejabat baru ini, wilayah tugasnya bukanlah tempat asing. Lahir di kompleks militer Pancararga Akmil Magelang pada 27 Desember 1984, Satrio menempuh seluruh jenjang pendidikan mulai dari dasar hingga menengah atas, sebelum akhirnya memulai karier dinas militer di daerah kelahirannya sendiri. Kini, ia kembali mengabdi untuk memimpin satuan yang membawahi wilayah Kota maupun Kabupaten Magelang.
Meskipun memiliki kedekatan emosional yang mendalam dengan masyarakat setempat, Satrio menyadari bahwa jabatan ini menyimpan tantangan tersendiri. Prioritas utamanya adalah mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian positif yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya.
“Amanah ini membawa tantangan yang nyata: menjaga dan mengangkat kinerja satuan. Pekerjaan rumah yang paling berat justru adalah mempertahankan standar yang sudah baik, apalagi saya menggantikan pemimpin yang telah bekerja sangat baik,” ujarnya, Jumat (24/7/2026)
Selain dinamika internal organisasi TNI dan penyesuaian struktur komando di tingkat atas, fokus utama kepemimpinannya tetap pada pelayanan dan kedekatan dengan rakyat. “Kami akan melanjutkan kebijakan yang berjalan baik, lalu menyempurnakan kualitas pelayanan. Sebagai pasukan teritorial, kami harus lincah dan responsif. TNI lahir dari rakyat, maka menjaga ikatan batin dengan masyarakat adalah hal mutlak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Satrio menegaskan karakteristik unik wilayah Kodim 0705/Magelang yang menjadi tantangan sekaligus kekuatan. Wilayah ini mencakup dua pemerintahan daerah yang berdekatan, berperan sebagai kawasan penyangga objek vital nasional, serta memiliki keragaman sosial mulai dari pusat perkotaan hingga pedesaan dengan potensi kerawanan bencana alam yang beragam.









