
WARTA-JOGJA.COM || KULON PROGO, DIY – Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih Muhammad Musodiqin, S.Sos., bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Rahayu Apendi, S.Pd., menggelar pembinaan terpadu bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Josutan, Karangsari, Pengasih, pada Rabu (9/9/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Ibu Wakijem ini memadukan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dengan penguatan nilai kasih sayang sesama sebagai fondasi ketahanan keluarga.
Rahayu Apendi menjelaskan bahwa pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi kompos bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan, melainkan langkah strategis mengurangi pengeluaran kebutuhan pertanian sekaligus membuka peluang usaha sampingan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
“Sampah organik yang dikelola dengan baik dapat berubah menjadi pupuk bernilai guna. Hal ini menghemat biaya belanja kebutuhan tanam dan berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi setiap keluarga,” ungkap Rahayu.
Muhammad Musodiqin menyampaikan pencerahan rohani bersumber dari Hadis Riwayat Muslim tentang rahmat Allah SWT yang menjadi landasan persaudaraan dan kasih sayang antar makhluk hidup. Pesan ini disampaikan agar kepedulian terhadap lingkungan dan sesama senantiasa tumbuh beriringan dalam kehidupan sehari-hari.
“Seluruh rahmat yang diturunkan Allah ke bumi menjadi berkah yang menyatukan manusia dan alam. Maka, menjaga kebersihan lingkungan dan memelihara kasih sayang sesama adalah wujud nyata iman yang sejati,” terang Musodiqin.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi atas sinergi lintas sektor tersebut. Ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi yang didasari nilai keagamaan akan membentengi ketahanan keluarga secara utuh.
“Pemanfaatan sampah menjadi pupuk adalah wujud nyata kepedulian lingkungan dan kemandirian ekonomi. Jika dibalut dengan rasa kasih sayang antarsesama sesuai ajaran agama, hal ini akan membentengi ketahanan keluarga penerima manfaat secara lahir dan batin,” tutur Kepala KUA Pengasih.
Kegiatan ini diharapkan menjadi teladan berkelanjutan, di mana kepedulian terhadap lingkungan dan kehangatan hubungan antarwarga tumbuh serasi, menjadikan Josutan lingkungan yang bersih, mandiri, dan penuh kasih sayang.
Penulis
Redaktur: Mawan








