
WARTA-JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Kemegahan bangunan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantul ternyata tidak sejalan dengan ketersediaan fasilitas penunjang yang memadai. Sebagai salah satu ikon literasi dan destinasi edukasi unggulan di wilayah tersebut, gedung yang dibangun dengan desain megah ini justru menyimpan sejumlah kekurangan yang dikeluhkan pengguna layanan, terutama terkait kenyamanan saat memarkir kendaraan.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada Kamis, 23 April 2026, area parkir yang diperuntukkan bagi pengunjung sama sekali belum dilengkapi dengan atap peneduh. Akibatnya, kendaraan yang diparkir terpapar langsung oleh panas terik matahari maupun guyuran air hujan, tergantung pada perubahan cuaca yang terjadi.
Kanjun, salah seorang pengunjung yang ditemui di lokasi menyampaikan keluhannya. Menurutnya, waktu kunjungan yang berlangsung cukup lama-antara satu hingga tiga jam-membuat kondisi tersebut semakin terasa mengganggu kenyamanan.
“Saya kalau ke sini minimal satu jam, kadang bisa dua sampai tiga jam untuk memanfaatkan layanan yang ada. Sayangnya, kalau cuaca panas kendaraan jadi sangat panas, kalau hujan ya kehujanan karena tidak ada atapnya,” ungkapnya.
Selain fasilitas luar gedung, ia juga menyoroti aspek kenyamanan di dalam ruangan. Cahaya matahari yang menembus langsung melalui dinding kaca gedung dinilai membuat ruang baca menjadi terasa panas. Ia menyarankan agar kaca tersebut dilapisi dengan bahan penahan cahaya matahari agar aktivitas membaca dan belajar dapat berlangsung dalam suasana yang lebih nyaman.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Endri Astuti, S.IP., mengakui secara jujur bahwa terdapat kekurangan pada fasilitas yang ada. Selain area parkir, ia juga menyebutkan bahwa area bermain anak yang menjadi bagian dari fasilitas layanan juga kerap dikeluhkan pengunjung karena suhu ruangannya yang terasa panas pada siang hari.
“Secara terbuka kami akui memang kurang nyaman karena panas. Namun untuk detail teknis pengembangannya, kami sarankan untuk berkoordinasi langsung dengan Ibu Kepala Dinas,” jelasnya.
Meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan, pihak pengelola menyampaikan bahwa saat ini Perpusda Bantul telah berkembang menjadi tujuan kunjungan yang populer, terutama sebagai wahana edukasi bagi generasi muda. Banyak orang tua yang membawa anak-anak mereka ke tempat ini untuk menumbuhkan minat baca dan budaya literasi sejak usia dini.
Di tengah apresiasi masyarakat terhadap kualitas layanan yang disediakan, harapan besar ditujukan kepada pihak berwenang agar perbaikan dan penyempurnaan fasilitas penunjang, seperti pemasangan atap parkir dan pelapis kaca gedung, dapat segera diwujudkan. Langkah ini dinilai penting guna menaikkan standar kenyamanan publik sekaligus menjaga citra lembaga literasi yang menjadi kebanggaan Bumi Projotamansari tersebut. (Ant)













