
Bupati boyolali melakukan dialog dgn petani paska panen raya (foto Hendri)
WARTA-JOGJA.COM, BOYOLALI, JATENG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Boyolali yang ke-179, Bupati Boyolali secara resmi membuka kegiatan Panen Raya yang digelar di wilayah persawahan Desa Sangge, Kecamatan Klego, Rabu (3/6/2026). Perhelatan agraris yang digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali ini menjadi momentum strategis untuk merayakan keberhasilan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi panen simbolis yang dilakukan langsung oleh Bupati didampingi para pemangku kepentingan dan kelompok tani setempat di tengah hamparan lahan pertanian. Kehadiran Bupati di jantung sentra produksi ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap para petani sebagai tulang punggung perekonomian dan kedaulatan pangan kabupaten.
Menyambut kedatangan rombongan pemerintah daerah, Kepala Desa Sangge, Mahmudi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan manifestasi hasil kerja keras dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga produktivitas lahan. Dari total luas lahan pertanian mencapai 148 hektare di desanya, saat ini telah dilaksanakan pemanenan pada areal seluas 30 hektare dengan hasil yang memuaskan.
“Panen raya ini adalah wujud syukur atas karunia hasil bumi, sekaligus bukti nyata kekompakan dan semangat petani Sangge dalam menjaga produktivitas lahan pertanian yang kita miliki,” ujar Mahmudi.
Usai kegiatan di lapangan, agenda dilanjutkan dengan dialog terbuka dan pertemuan interaktif bersama warga masyarakat di Balai Desa Sangge. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Boyolali memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Dinas Pertanian yang dinilai sukses menghadirkan kebijakan dan program yang tepat sasaran, serta langsung dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha tani di lapangan.
Bupati menegaskan bahwa kebijakan pembangunan pertanian tidak boleh berhenti sebagai dokumen di atas kertas, melainkan harus turun dan berakar hingga ke tingkat petani dan lahan garapan.

“Saya sangat mengapresiasi langkah dan kinerja Dinas Pertanian Boyolali. Berbagai program yang telah berjalan terbukti manfaatnya langsung terasa oleh petani di lapangan. Prinsipnya, kebijakan tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus sampai ke pinggir sawah dan menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Suyanta, S.P., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan panen raya ini merupakan buah dari sinergi kuat antara petani, tenaga penyuluh, serta dukungan mitra strategis pembangunan. Ia menegaskan komitmen penuh instansinya untuk terus memperkuat sistem pendampingan teknis sekaligus memastikan ketersediaan akses sarana produksi yang berkualitas bagi para petani.
“Kegiatan ini kami rancang bukan hanya sebagai seremonial belaka, melainkan sarana evaluasi dan penguatan. Kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan petani, mulai dari ketersediaan benih unggul, pupuk, hingga jaminan pemasaran hasil panen. Kolaborasi lintas pihak akan terus kami perkuat demi kesejahteraan petani,” ungkap Suyanta.
Lebih jauh, Suyanta juga menggarisbawahi arah kebijakan ke depan, yaitu mendorong adopsi teknologi pertanian ramah lingkungan serta mempercepat regenerasi petani muda. Langkah ini dianggap vital agar sektor pertanian Boyolali tetap produktif, adaptif, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Sebagai bukti nyata ekosistem dukungan pertanian yang terbangun kuat, kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai mitra kolaborasi strategis, antara lain: Pupuk Indonesia, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Sumberlawang, Perum Bulog Area Surakarta, jajaran pimpinan Universitas Boyolali, perwakilan perbankan (Bank Jateng dan Bank Boyolali), Sekber Wartawan Indonesia DPD Boyolali dan DPW Jawa Tengah, Camat Klego beserta seluruh kepala desa se-Kecamatan Klego, tenaga penyuluh pertanian wilayah Nogosari, Simo, dan Klego, serta kelompok tani dan masyarakat luas.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian memerlukan dukungan menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi, pasokan energi, akses pembiayaan, pendampingan akademik, hingga jaminan serapan hasil panen. Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol persatuan dan komitmen bersama memajukan pertanian Boyolali.
🔶 Penulis








