
KULON PROGO, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Dalam upaya menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 H, Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih melakukan edukasi kepada warga melalui Paguyuban Kaum Rois Kalurahan Sendangsari. Kegiatan berlangsung di kediaman Jakir, Dusun Paingan, pada Ahad (5/7/2026) pagi.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memaparkan cara memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat atau Istiwa A’zam. Saat itu matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda tegak lurus dapat menunjukkan arah kiblat dengan sangat tepat.
“Ini waktu terbaik mengecek, memverifikasi, dan meluruskan arah kiblat di tempat ibadah maupun rumah masing-masing secara mandiri, mudah, tanpa alat khusus,” jelas Musodiqin.
Berdasarkan Kalender Menara Kudus karya KH Turaichan, momen Rashdul Qiblat berulang setiap tahun: 27–28 Mei pukul 16.18 WIB serta 15–16 Juli pukul 16.27 WIB. Terkait waktu terdekat, ia jelaskan tiga langkah praktis:
1. Letakkan benda tegak lurus seperti tongkat di tempat terkena sinar matahari langsung;
2. Perhatikan arah bayangan tepat pukul 16.27 WIB;
3. Tarik garis berlawanan arah dengan bayangan itulah arah kiblat.
Ketua Paguyuban Kaum Rois Sendangsari, AH Sumijdo, menyambut positif dan memerintahkan penyebarluasan informasi ini.
“Mari manfaatkan momen langka pertengahan Juli. Pastikan kembali arah kiblat di rumah, mushola, hingga masjid di lingkungan kita,” ujarnya.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menyampaikan dukungan penuh.
“Gerakan ini bukan sekadar hitungan geometri, melainkan upaya menyempurnakan kualitas ibadah. Kami apresiasi sinergi ini; semoga kesadaran warga memverifikasi kiblat makin tinggi demi kekhusyukan beribadah,” ungkapnya.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif ini juga membahas penyesuaian cara ukur menyesuaikan kontur wilayah Sendangsari. KUA Pengasih berkomitmen terus menghadirkan bimbingan agama yang ilmiah dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan









