
Pertunjukan pawai budaya, kirab gunungan dan parade sound horeg dari padukuhan Pringsangar, Kalurahan Purwodadi (foto Mawan Rabu 3 Juni 2026)
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Suasana penuh semangat dan khidmat menyelimuti wilayah Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, pada Rabu (3/6/2026). Jajaran kepolisian dari Polsek Tepus, diperkuat unsur TNI dari Koramil 11 Tepus serta petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas), melaksanakan pengamanan secara ketat namun humanis terhadap rangkaian kegiatan adat Rasul Tilas wilayah Kalurahan Winangun. Kegiatan yang berpusat pada kirab gunungan dan parade sound horeg ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB, memanjakan mata warga yang berbondong-bondong turut serta meramaikan prosesi pawai budaya tersebut.
Rute perjalanan kirab membentang dari kawasan Lapangan Dakbong hingga berakhir di halaman Balai Kalurahan Purwodadi. Puncak kemeriahan tampak saat sembilan buah gunungan hasil bumi, yang merupakan simbol rasa syukur masyarakat atas karunia alam, diarak beriringan melewati jalanan desa. Setiap gunungan mewakili perwakilan dari sembilan padukuhan yang dulunya merupakan bagian dari wilayah administrasi Kalurahan Winangun, menjadikan momen ini sebagai perekat sejarah dan persaudaraan yang kuat.

Pengamanan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Tepus, Iptu Sukrisno, didampingi oleh pejabat dan personel inti antara lain Kanit IK Aiptu Wawan, Kanit Provost Aiptu Pardi, serta anggota Brigadir Rangga, Briptu Rhisnawan, Briptu Boby, dan Bripka Agus Y. Kehadiran Bhabinkamtibmas Kalurahan Purwodadi, Aipda Arda Yudha, beriringan dengan Babinsa Sertu Catur Ari W, serta 10 personel Linmas, semakin memperkokoh barisan pengamanan di setiap titik strategis jalur kirab.
Turut hadir menyaksikan dan memeriahkan gelaran budaya ini sejumlah tokoh penting dan unsur pimpinan daerah, antara lain Kepala Kundho Kabudayan Kabupaten Gunungkidul, BP Agung Danarta, S.Sos., M.S.E; Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, Sigit Subarno, S.AP; Panewu Tepus, Irwan Triwibowo S.Sos; Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, S.Pd; Danramil 11 Tepus yang diwakili Pelda Suparman; serta Lurah Purwodadi, Sagianto S.IP, didampingi jajaran pamong kalurahan dan ribuan warga masyarakat.

Dalam keterangannya di lokasi kegiatan, Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, S.Pd, menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan bukan hanya bertugas menjaga ketertiban, melainkan juga bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian nilai-nilai budaya luhur warisan leluhur.
“Kami memastikan seluruh rangkaian acara, mulai dari kirab sembilan gunungan hingga parade sound horex, berjalan lancar, aman, dan tertib. Bhabinkamtibmas dan Babinsa senantiasa bergerak di tengah masyarakat, menyampaikan himbauan kamtibmas serta mengedepankan pendekatan persuasif agar suasana tetap kondusif dan penuh keakraban,” ungkap AKP Suryanto.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tradisi ini memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai wujud rasa syukur dan persatuan. Oleh karena itu, sinergitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama agar kegiatan adat ini tetap lestari dan menjadi identitas kebanggaan warga Gunungkidul.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi, di mana warga dari berbagai usia memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan gunungan. Berkat koordinasi yang matang dan pengamanan yang menyeluruh, seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan sukses tanpa ditemukan gangguan keamanan maupun ketertiban, serta terpantau aman dan kondusif hingga acara selesai.









