
YOGYAKARTA || WARTA-JOGJA.COM – Sejarah baru transportasi ikonik Kota Yogyakarta terukir dengan resmi. Becak Kayuh Listrik Pariwisata yang disapa Bekalista, becak listrik berbasis pemesanan daring pertama di Indonesia, diresmikan penggunaannya pada Kamis (16/7/2026) di halaman Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta. Peluncuran bersejarah ini dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa.
Proyek ini merupakan wujud sinergi lintas sektor yang dijembatani Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, melibatkan PT Langit Biru Istimewa (PT LBI) selaku pengembang utama, mitra strategis PT YPTI, lima SMK BLUD se-DIY, serta platform kolaboratif JogjaKita. Inovasi ini hadir bukan untuk menyingkirkan profesi pengayuh becak, melainkan menjadi pendamping yang meringankan tenaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Selama ini pengayuh becak bekerja sangat keras, bahkan kerap bersaing dengan becak motor berbahan bakar bensin yang memiliki keunggulan kecepatan. Bekalista hadir sebagai sahabat pendamping yang meringankan beban fisik pengayuh, sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih layak,” ujar Presiden Direktur PT LBI sekaligus Prinsipal Bekalista, Ary Tjahyono, dalam keterangannya Jumat (17/7/2026).
Secara hukum, kendaraan ini telah diakui layak beroperasi melalui Surat Edaran Dirjen Hubdar/Kemenhub Nomor AJ. 005/3/5/DJPD/2019. Bekalista bukan sekadar modifikasi sederhana; seluruh rangka, jok, hingga ornamen dirancang ulang melalui proses reverse engineering guna menjamin standar keamanan dan kenyamanan setara kendaraan bermotor modern.
Dari sisi sistem kelistrikan, Bekalista dibangun dengan standar keselamatan internasional:
– Menggunakan tegangan rendah 48 Volt, berada di bawah batas aman sengatan listrik standar IEC 61140
– Perlindungan tahan debu dan air kelas IP67
– Motor listrik 750 Watt dengan torsi mencapai 100 Nm, mampu mengangkut beban hingga 300 kg serta menanjak kemiringan 15 persen
– Baterai LiFePo4 menjangkau jarak tempuh 50 km dengan kecepatan maksimal 20 km/jam untuk satu kali pengisian daya
– Dilengkapi tiga tombol darurat pemutus arus guna keamanan ekstra
Seluruh proses pembuatan merupakan kebanggaan karya anak bangsa. PT LBI menyediakan komponen kelistrikan inti dan standar mutu, PT YPTI menyusun gambar teknik serta peralatan produksi, sedangkan perakitan utamanya dikerjakan langsung oleh siswa binaan di lima SMK BLUD se-DIY di bawah pengawasan tim ahli. Langkah ini sekaligus memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan kini sedang menuju perolehan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Wakil Ketua Umum Kadin DIY Bidang Pariwisata Arif Efendi menegaskan keberhasilan ini berakar dari semangat kebersamaan: “Kami tidak mampu berjalan sendiri. Peran Kadin adalah menjembatani dunia usaha, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat agar bersatu menghasilkan karya yang memberi manfaat luas.” Gagasan ini pun telah mendapat dukungan penuh pemerintah pusat dan dibahas mendalam bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan target kelak menjadi percontohan nasional.
Bekalista turut berperan signifikan dalam menjaga kualitas udara. Satu unit yang beroperasi rutin sejauh 50 km per hari mampu menekan emisi karbon hingga 1.230 kg CO₂ per tahun dibandingkan becak motor bensin. Apabila target 500 unit tercapai, Yogyakarta berpotensi memangkas emisi total sebesar 615 ton karbon setiap tahunnya.
Bekerja sama dengan JogjaKita, Bekalista menjadi becak pertama yang terintegrasi layanan pemesanan lewat aplikasi digital. Gembong Prakoso, Co-Founder sekaligus Komisaris JogjaKita, menegaskan pengelolaannya berprinsip kesejahteraan bersama: “Operasional dijalankan oleh Koperasi MNI, seluruh keuntungan dikembalikan untuk peningkatan taraf hidup pengayuh dan pengembangan ekosistem. Inilah wujud ekonomi gotong royong yang sesungguhnya.”
Saat ini aplikasi melayani pemesanan dalam radius 2 km dari Titik Nol Kilometer, berpusat di kawasan Malioboro. Secara bertahap jangkauan layanan akan diperluas hingga mencakup seluruh wilayah kota, pusat keramaian, dan destinasi wisata unggulan lainnya.
🌐 Penulis : Umar









