
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Sebagai upaya meningkatkan kreativitas anak muda di Gunungkidul supaya tidak ketergantungan oleh gadget, para pemuda pecinta seni mengadakan pelatihan pembuatan wayang kerang di Laguna Pantai Slili, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (23/02/2025).
Kegiatan pelatihan ini diinisiasi oleh para pemuda pecinta seni dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana dan LNDP, serta bekerja sama dengan Komunitas Wayang Kerang Gunungkidul.
Narasumber bernama Slamet yang kerap disapa Bejo Ludiro, mengatakan, bahwa konsep wayang tiga dimensi ini dikembangkan sebagai karya seni dan alat peraga mendongeng.
Wayang ini tidak hanya berfungsi sebagai media alat komunikasi, tetapi juga bertujuan mendorong kreativitas anak muda agar tidak bergantung pada gadget.
“Wayang kerang ini berbahan utama kerang, resin, dan karton, serta didukung bahan limbah seperti kain perca, serbuk gergaji, dan botol bekas. Proses pembuatannya juga menggunakan bahan tambahan seperti benang, lem Aibon, dan lem tembak plastik,” jelasnya.
Hasil karya wayang kerang nantinya akan dipentaskan dengan kolaborasi musik kontemporer serta dapat dijadikan cinderamata. Selain itu, wayang ini juga bisa menjadi media pendidikan untuk menyampaikan nilai-nilai seperti kejujuran, setiakawan, dan kasih sayang kepada anak-anak maupun masyarakat umum.
Retno Widiastuti, salah satu narasumber, menegaskan bahwa bahan yang digunakan dalam pelatihan ini berasal dari daur ulang sampah. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dengan total 20 pertemuan tatap muka.
Para peserta berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan adanya dukungan pemerintah, termasuk pembentukan sanggar produksi yang berkelanjutan agar memiliki nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan pemuda pengrajin wayang kerang.
“Kegiatan ini diharapkan terus berkelanjutan, perlunya dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan, mengangkat perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
(Red/ Mungkas M – Redaktur/ Mawan)









