
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Yogyakarta Kelompok 59 Angkatan 41 melaksanakan program pembenahan lingkungan belajar di PAUD KB Bima Dusun Sendangmulyo, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. Melalui program bertajuk “Kelas Ceria” yang dilaksanakan pada 3–10 Februari, mahasiswa tidak hanya menghadirkan mural edukatif dan penataan ruang kelas, tetapi juga melakukan recovery pagar serta kerja bakti halaman sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang bersih, rapi, sehat, dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Program ini dilatarbelakangi hasil observasi lapangan pada awal masa KKN yang menunjukkan kondisi fisik PAUD masih kurang terawat. Pada bagian dalam kelas, tembok belakang dan beberapa sisi terlihat kotor, terdapat coretan, serta cat yang mengelupas. Poster lama yang rusak dan tidak tertata juga mengurangi keindahan ruang belajar. Selain itu, penataan perlengkapan kelas belum optimal karena beberapa barang masih tercampur dan belum dilengkapi label, sehingga menyulitkan guru maupun anak saat menggunakan dan mengembalikannya.
Di sisi lain, kondisi pagar dan halaman sekolah juga membutuhkan perhatian. Tembok pagar tampak berlumut, kusam, dan catnya mulai pudar, sementara halaman sekolah masih terdapat sampah serta rumput liar yang membuat lingkungan terlihat kurang rapi. Kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya mendukung suasana belajar yang nyaman dan ceria bagi anak-anak PAUD.

Sebagai solusi, mahasiswa KKN merancang kegiatan pembenahan fisik sekaligus estetika sekolah secara menyeluruh. Tahap perencanaan dilakukan melalui diskusi bersama guru PAUD untuk menentukan kebutuhan kelas, konsep mural, serta perlengkapan yang diperlukan. Mahasiswa kemudian menyiapkan alat dan bahan seperti cat, kuas, amplas, perlengkapan kebersihan, serta bahan dekorasi kelas.
Pada tahap pelaksanaan, mahasiswa terlebih dahulu membersihkan tembok kelas dari debu, kotoran, dan coretan, membantu mengamplas bagian cat yang mengelupas, lalu melakukan pengecatan ulang agar tampilan kelas lebih bersih dan segar. Poster lama yang rusak dilepas dan dirapikan untuk memperbaiki estetika ruangan. Sebagai bagian utama program, mahasiswa membuat mural edukatif bertema lautan pada tembok belakang kelas. Mural dengan warna-warna cerah yang menampilkan gelombang laut, ikan, dan suasana bawah laut diharapkan dapat merangsang imajinasi, kreativitas, serta rasa ingin tahu anak-anak.
Selain mural, mahasiswa juga melakukan penataan ulang ruang kelas dengan menyusun perlengkapan belajar sesuai jenis dan fungsinya. Tempat penyimpanan diberi label keterangan agar guru lebih mudah mengelola barang sekaligus melatih anak-anak membiasakan diri mengembalikan perlengkapan ke tempatnya. Untuk menambah suasana ceria, mahasiswa memasang hiasan gantungan pada jendela dan beberapa sudut kelas.
Tidak berhenti pada pembenahan ruang kelas, mahasiswa juga melakukan recovery pagar sekolah dan kerja bakti halaman. Tembok pagar dibersihkan dari lumut, diamplas, lalu dicat ulang menggunakan kombinasi warna hitam dan putih agar terlihat rapi dan bersih. Pada bagian tembok putih, mahasiswa menambahkan mural sederhana berupa gambar rumput dan bunga serta cap tangan warna-warni sebagai simbol keceriaan anak-anak sekaligus mempercantik tampilan pagar. Kerja bakti halaman dilakukan dengan membersihkan sampah, memotong rumput liar, serta merapikan lingkungan sekitar sekolah agar lebih nyaman digunakan untuk bermain dan belajar.
Setelah seluruh kegiatan selesai, mahasiswa melakukan evaluasi dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah program serta meminta tanggapan dari guru PAUD. Hasilnya menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Ruang kelas kini terlihat lebih bersih, rapi, dan menarik dengan mural cerah yang membuat suasana lebih hidup. Pagar sekolah tampak lebih indah dan ramah anak, sementara halaman menjadi lebih bersih dan tertata sehingga mendukung aktivitas belajar maupun bermain.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak sejak dini. Mahasiswa juga mengajak pihak PAUD, guru, serta masyarakat sekitar untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan sekolah melalui perawatan rutin, pembiasaan penggunaan label di kelas, serta kerja bakti berkala. Dengan demikian, manfaat program yang telah dilaksanakan dapat dirasakan dalam jangka panjang bagi perkembangan dan proses pembelajaran anak-anak PAUD Sendangmulyo.
🌐 Penulis: Anggita Aulia & Tim KKN UPY









