
(foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menghadirkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan melalui program Takjil Drive Thru 1447 H. Sejak Rabu (18/2/2026), universitas ini membagikan 4.000 – 5.000 porsi takjil setiap hari kepada mahasiswa dan pegawai. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini diperkirakan mencapai Rp 1,5 hingga Rp 2 miliar.
Pembagian takjil dilakukan melalui dua skema, yakni layanan drive thru di Selasar Sportorium dan pembagian langsung di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Kampus Terpadu UMY. Program ini rencananya berlangsung selama 15 hari, namun bisa diperpanjang hingga 20 hari menyesuaikan aktivitas akademik mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan UMY, Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa pihak universitas menyiapkan anggaran sekitar Rp80 juta – Rp 100 juta per hari.
“Rata-rata kami alokasikan 4.000 sampai 5.000 porsi per hari. Jika animo meningkat, jumlahnya kami naikkan menjadi 5.000,” ujarnya Minggu (21/2/2026).
Faris menyampaikan bahwa takjil yang dibagikan dirancang sebagai paket berbuka yang seimbang, terdiri atas karbohidrat, protein, serta buah dalam bentuk minuman berserat. Menurut Faris, konsep ini memastikan mahasiswa memperoleh asupan cukup dan bergizi saat berbuka.
“Kami memastikan ada karbohidrat, protein, dan buah. Buahnya dalam bentuk minuman agar tetap ada serat. Jadi ini bukan sekadar takjil ringan, tetapi benar-benar membantu mahasiswa untuk berbuka dengan cukup,” jelasnya.
Program ini, lanjut Faris, difokuskan bagi mahasiswa yang rumahnya jauh dari kampus atau yang masih mengikuti perkuliahan hingga sore hari sehingga kesulitan mencari makanan berbuka.
“UMY ingin memfasilitasi mahasiswa yang mungkin masih kuliah sampai sore dan belum sempat mencari takjil. Ini bagian dari perhatian dan tanggung jawab kami,” tuturnya.
Selain gandeng pihak internal kampus, UMY juga bekerja sama dengan sejumlah mitra perbankan dalam program berbagi ini, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), BNI, BTN, Bank BPD Syariah, dan BMT UMY. Beberapa bank turut mendukung pendanaan untuk beberapa hari pelaksanaan.
“Beberapa mitra perbankan ingin ikut berkontribusi, misalnya dengan mengambil alokasi dua atau tiga hari pembagian takjil. Ini bentuk kolaborasi yang sangat baik,” kata Faris.
Berbeda dengan program sahur gratis yang sempat digelar tahun-tahun sebelumnya, UMY tahun ini kembali memfokuskan program pada pembagian takjil berbuka karena minat mahasiswa terhadap sahur bersama lebih rendah.
Oleh karena itu, Faris menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar soal anggaran, melainkan keberkahan dan kepedulian sosial yang ingin dibangun.
“Kami tidak melihat dari sisi dananya saja, tetapi dari keberkahannya. Ini bagian dari niat UMY untuk berbagi dan menghadirkan manfaat bagi mahasiswa,” pungkasnya.

🟢 Redaktur: Mawan











