
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan penguatan akidah Islam berkemajuan sebagai fondasi ideologis bagi kader Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika global.
Pernyataan itu disampaikannya saat Pengajian Ramadan 1447 Hijriah di Ballroom Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (20/2/2026). Dalam pengajian bertajuk “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praktis”.
Haedar menyatakan bahwa pemahaman tauhid tidak cukup sebatas teologi, tetapi harus melahirkan orientasi kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sosial, intelektual, dan kemanusiaan.
Menurutnya, pengajian Ramadan ini merupakan bagian dari agenda tahunan PP Muhammadiyah yang diikuti kader dan pimpinan persyarikatan dari berbagai daerah, sekaligus mempertegas arah gerakan Muhammadiyah dalam memperkuat pemahaman ideologis di era kontemporer.
“Pemahaman tauhid yang murni harus mampu membebaskan manusia dari praktik keagamaan yang stagnan dan mendorong lahirnya kreativitas serta pembaruan dalam menghadapi tantangan modernitas,” ujar Haedar.
Ia mengungkapkan bahwa sejak berdirinya pada 1912, Muhammadiyah membawa semangat tajdid atau pembaruan di berbagai bidang. Karena itu, kader Muhammadiyah diharapkan tidak hanya memahami ajaran Islam secara normatif, tetapi juga mampu menerjemahkannya secara kontekstual, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kehidupan kebangsaan.
Dalam hal ini, lanjut Haedar, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kader Muhammadiyah memiliki fondasi akidah yang kokoh sekaligus terbuka terhadap dialog dan dinamika pemikiran.
“Penguatan ideologi menjadi kunci agar gerakan tetap relevan tanpa kehilangan jati diri,” katanya.
Sehingga, ia berharap pengajian Ramadan ini dapat melahirkan generasi kader yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan intelektual, serta komitmen sosial yang kuat.
“Sehingga Islam berkemajuan terus menjadi pedoman dalam membangun peradaban yang berkeadilan,” pungkas Haedar.

🟢 Redaktur: Mawan












