
Pamong Kelurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, saat mengikuti kirab budaya, Kamis (2/4/2026).
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Suasana sakral bercampur semarak menyelimuti kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Kamis (2/4/2026). Ribuan pamong desa dan perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memadati jalanan dalam rangkaian Kirab Pamong memperingati Mangayubagya 80 Tahun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Kirab budaya yang digagas oleh Paguyuban Nayantaka bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY ini memecahkan rekor partisipasi dengan melibatkan sekitar 12.000 orang dari 438 kalurahan di seluruh wilayah. Tampil anggun dengan busana adat Jawa Jangkep Mataraman, para peserta membawa berbagai hasil bumi sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan mendalam kepada Sri Sultan.
Ketua Paguyuban Nayantaka, Gandang Hardjanata, menegaskan bahwa kehadiran para lurah dan pamong merupakan wujud bakti serta apresiasi atas kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ia menekankan, prosesi akbar ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena merupakan kali pertama digelar secara masif sejak masa kemerdekaan.
“Hasil panen yang dibawa masing-masing kalurahan sesuai potensi daerahnya akan dipersembahkan kepada Sri Sultan, yang kemudian akan disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pemerintah daerah,” jelas Gandang, Kamis (2/4/2026).
Di sisi lain, demi kelancaran dan keamanan jalannya kirab, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengonfirmasi penerapan rekayasa lalu lintas yang ketat. Kawasan Malioboro ditutup total untuk kendaraan bermotor mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.
“Penutupan dilakukan secara penuh mulai dari sisi utara (Teteg) hingga kawasan selatan Malioboro. Selain itu, akses dari arah timur di Jalan Senopati serta jalan dari Titik Nol Kilometer ke arah barat menuju RS PKU Muhammadiyah juga dialihkan,” terang Erni.
Langkah ini diambil agar ribuan peserta dan penonton dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman menyaksikan prosesi budaya menuju Keraton Yogyakarta.









