
(foto: Raka)
WARTA-JOGJA.COM, BATU BARA – Inovasi pengelolaan lingkungan berbasis pariwisata lahir dari Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara. Destinasi wisata baru bernama Kuta View resmi memperkenalkan terobosan unik dengan menerapkan sistem tiket masuk yang bisa dibayar menggunakan sampah, menjadikannya yang pertama di wilayah tersebut.
Kebijakan ini memungkinkan setiap pengunjung menikmati berbagai fasilitas wisata, termasuk kolam renang dan area rekreasi keluarga, hanya dengan membawa sampah rumah tangga terpilah seperti botol plastik dan kardus. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan dikelola melalui kerja sama dengan Bank Sampah Berseri sebagai mitra strategis.
Pelopor Wisata Berbasis Ekonomi Sirkular
Konsep “Bayar Pakai Sampah” yang diterapkan Kuta View digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat sebagai bagian dari pengembangan Agroeduwisata terintegrasi. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan sejak dari rumah tangga.
Ketua Pokdarwis Kuta View, Naharuddin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pengelola dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan desa.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk bersenang-senang, tetapi juga pulang membawa kesadaran baru tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah,” ujarnya.
Berbeda dari Destinasi Wisata Lainnya
Di tengah maraknya destinasi wisata di Kabupaten Batu Bara seperti Edu Ekowisata Pantai Sejarah, Wisata Paloh Naga, dan Wisata Sawah Raja, Kuta View tampil dengan diferensiasi yang kuat. Hingga kini, belum ada destinasi wisata di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang secara langsung menerapkan sistem pembayaran wisata menggunakan sampah sebagai solusi konkret persoalan sampah domestik.
Inovasi ini menempatkan Kuta View sebagai pionir wisata berbasis ekonomi sirkular di Batu Bara, sekaligus menjadi contoh nyata integrasi sektor pariwisata dengan pelestarian lingkungan.

Wisata Terjangkau, Lingkungan Lebih Bersih
Selain menawarkan rekreasi murah dan edukatif, kebijakan ini dinilai membantu pemerintah desa dalam menekan volume sampah yang kerap dibuang sembarangan atau dibakar. Dengan menukar sampah menjadi nilai ekonomi dan akses wisata, masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Tak hanya kolam renang, Kuta View juga menyuguhkan panorama persawahan yang asri serta berfungsi sebagai pusat aktivitas masyarakat (community hub). Ke depan, destinasi ini diharapkan mampu menjadi role model pengembangan desa wisata ramah lingkungan di Sumatera Utara.
Bagi masyarakat yang ingin berlibur sambil berkontribusi menjaga bumi, Kuta View Kuala Tanjung menjadi pilihan tepat—cukup bawa sampah plastik Anda, dan nikmati wisata tanpa harus merogoh kocek.

🌐 Penulis: Raka












