WARTA – JOGJA.COM – Nama Indri Wahyuni kembali menjadi sorotan tajam publik pasca kontroversi penilaiannya sebagai juri dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI. Isu ini melebar dan semakin memanas setelah sejumlah status WhatsApp yang diduga miliknya tersebar luas ke media sosial, pertama kali dibagikan akun X @ethadisaputra pada 13 Mei 2026.
Kontroversi bermula saat Indri dinilai mempermasalahkan aspek artikulasi peserta, yang dianggap menjadi salah satu faktor kekalahan tim dari SMAN 1 Pontianak. Publik menilai adanya ketidakadilan, di mana jawaban serupa dari tim lain justru dinilai benar. Meski keputusan juri sudah dinyatakan final, perdebatan terus bergulir hingga menyeret nama Indri ke tengah arus kritik.
Melalui unggahan yang beredar, Indri secara tegas membela keputusan tim juri. Ia menegaskan kemenangan tim lain adalah hak mereka, dan kritik publik yang hanya berfokus pada satu sekolah dianggapnya sebagai ketidaktahuan.
“Mereka pantas menang dan mendapatkan penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Berfokus hanya pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan untuk yang lain adalah bagian dari bentuk ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang,” tulisnya.
Indri juga menyinggung SMAN 1 Sambas, pemenang yang dianggap tak layak oleh sebagian pihak. Baginya, asumsi tersebut muncul hanya karena sekolah tersebut berada di daerah terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Ia berharap sekolah itu bisa membuktikan kemampuan hingga tingkat nasional.
“Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tdk pantas dibanggakan? … Bukankah semangatnya adalah siapapun yg maju mewakili provinsi harus dibanggakan? They deserve the win, that’s all… May Allah bless their way to go to Grand Final,” ungkapnya.
Situasi semakin memanas saat Indri menanggapi isu penyebaran data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya dengan nada menantang dan provokatif. Ia menyatakan berencana membuka layanan dukungan atau endorse agar kekayaannya bertambah, sekaligus menyindir pihak yang mengkritiknya.
“Terakhir, mau open endorse ah. Biar makin kaya. Supaya LHKPN gw yang tersebar makin bikin shock banyak orang. Hayo yang iri makin panas, ngeledekin gw gak akan bikin gw jatuh. At the end, u will always have me kata misua,” tulis Indri dalam salah satu pesan penutupnya.
Pernyataan tersebut menuai beragam reaksi, mulai dari dukungan hingga kritik keras yang menilai sikapnya tidak pantas bagi seorang penyelenggara kegiatan publik. Hingga kini, perdebatan terkait keadilan penilaian dan sikap Indri Wahyuni masih terus berlanjut di ruang publik.

🌐 Sumber: RADARSOLO.COM

