
Sebuah rekaman video berdurasi 10 detik menampilkan aksi sepasang pemuda yang diduga melakukan manuver kendaraan atau "ngosek" di area lintasan sepatu roda di kawasan Logandeng, Kapanewon Playen, Gunungkidul,
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Sebuah rekaman video yang berdurasi 10 detik menampilkan aksi sepasang pemuda yang diduga melakukan manuver kendaraan atau “ngosek” di area lintasan sepatu roda di kawasan Logandeng, Kapanewon Playen, Gunungkidul, menjadi sorotan publik dan memicu berbagai kritikan. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kesadaran hukum dan etika dalam memanfaatkan fasilitas umum.
Lintasan tersebut bukan sekadar area hiburan, melainkan infrastruktur strategis yang dibangun melalui perencanaan matang dan investasi yang signifikan. Fasilitas ini difungsikan sebagai pusat latihan bagi atlet Porda yang sedang mempersiapkan diri untuk bertanding di Kulon Progo. Lebih dari itu, tempat ini juga menjadi basis latihan bagi atlet nasional berbakat, Veda Ega Pratama, yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Sayangnya, fungsi vital dan prestisius tersebut ternodai oleh tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dalam video yang beredar, terlihat jelas adanya upaya pemanfaatan area khusus olahraga tersebut untuk atraksi kendaraan yang berpotensi besar merusak kualitas permukaan lintasan, serta membahayakan keselamatan pengguna lain.
Sikap Pemerintah Daerah
Merespons dinamika yang berkembang di masyarakat, keluhan dari komunitas olahraga, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden tersebut.
Menurut penilaian beliau, tindakan tersebut dinilai sangat tidak tepat dan tidak proporsional (less appropriate), mengingat tujuan utama pembangunan fasilitas tersebut adalah untuk mendukung pengembangan prestasi olahraga daerah. Meskipun pelaku menyatakan kesiapan untuk melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan, namun tindakan ini tetap dinilai merugikan kepentingan publik serta berpotensi mengganggu konsentrasi latihan para atlet.
“Lintasan ini merupakan aset berharga yang dimiliki oleh daerah. Jika terjadi kerusakan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi akan menjadi beban bersama yang mengganggu hak atlet dan masyarakat dalam mengejar prestasi,” ujar beliau.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga dan menghormati fungsi setiap fasilitas publik demi kemanfaatan jangka panjang.









