
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Upaya memperkuat pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pelaksanaan ibadah sosial terus digalakkan. Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Pengasih menyelenggarakan pelatihan tata cara pemulasaran jenazah yang berlangsung di Masjid Bangun Ummah, Padukuhan Kemiri, Kalurahan Margosari, pada Ahad (12/04/2026).
Kegiatan ini ditujukan khusus bagi anggota Kelompok Kerja Padukuhan (KKP) Kemiri dengan tujuan membekali masyarakat dengan ilmu yang komprehensif sesuai syariat Islam, sehingga mampu melaksanakan prosesi perawatan jenazah secara mandiri dan benar.
Penyampaian Materi Komprehensif
Hadir sebagai narasumber yakni jajaran Penyuluh Agama KUA Pengasih, antara lain Luazizah, S.H.I., Basuki, S.Ag., dan Mukhyidin, S.Sos. Ketiganya menyajikan materi yang mencakup aspek fikih hingga panduan teknis yang aplikatif.
Dalam sambutannya, Ketua KKP Kemiri, Suryadi, S.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif edukasi tersebut. Ia menekankan bahwa penguasaan ilmu ini sangat krusial di tingkat komunitas agar warga tidak lagi merasa kebingungan atau ragu saat menghadapi musibah kematian.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus motivasi bagi warga dalam menjalankan kewajiban sesama muslim. Tujuannya agar prosesi pemulasaran di wilayah kita dapat dilakukan secara mandiri, tertib, dan sesuai dengan tuntunan syariat,” ujar Suryadi.
Simulasi Praktik Langsung
Acara berlangsung secara interaktif, dimulai dengan sesi pemaparan materi oleh Luazizah yang merinci seluruh tahapan, mulai dari adab memandikan, teknik mengkafani yang rapi dan efisien, tata cara mensholatkan, hingga prosesi pemakaman.
Setelah sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Basuki dan Mukhyidin, kegiatan dilanjutkan dengan praktik simulasi. Para peserta diajak langsung mempraktikkan cara memotong kain kafan, melipat kain, hingga teknik memandikan yang tetap menjaga kehormatan jenazah, guna memperoleh gambaran nyata dan pengalaman langsung.
Dukungan Penuh Pimpinan KUA
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menyambut positif pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa kemandirian umat dalam urusan pemulasaran jenazah merupakan salah satu prioritas layanan keagamaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap padukuhan memiliki sumber daya manusia yang kompeten. Ini adalah bentuk nyata layanan publik KUA dalam memberikan pendampingan keagamaan yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” ungkap Rangga.
Melalui pelatihan ini, diharapkan warga Padukuhan Kemiri semakin siap, tanggap, dan percaya diri dalam mengamalkan ilmu tersebut sebagai bentuk pengabdian sosial dan ibadah kepada Allah SWT. (myid)
🌐 Penulis
🔶 Redaktur : Mawan








