
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menghadiri langsung pelaksanaan tradisi Bersih Desa atau Rasulan yang digelar warga Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo, Rabu (4/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi kelestarian budaya yang masih kuat sekaligus mengumumkan rencana strategis pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan menuju Pantai Watu Lumbung guna mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.
“Tradisi Bersih Desa bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengakuan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diterima. Saya sangat bangga melihat semangat masyarakat dalam melestarikan seni dan budaya lokal yang masih terjaga dengan baik di Balong,” tegas Endah Subekti Kuntariningsih.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan kabar gembira terkait pembangunan wilayah. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah merencanakan perbaikan akses jalan menuju kawasan Pantai Watu Lumbung. Langkah ini ditujukan untuk memajukan potensi wisata yang dimiliki Balong serta kawasan pantai lainnya, sehingga dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan taraf hidup warga.
Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Sigit Gunadi, menjelaskan bahwa kegiatan yang diikuti oleh warga dari sembilan padukuhan ini merupakan wujud rasa syukur atas keberhasilan penyelesaian masa panen dengan hasil yang melimpah. Dana penyelenggaraan acara dikumpulkan secara gotong royong dari setiap wilayah sebagai ungkapan terima kasih atas anugerah hasil bumi.
“Sebagai petani, kami meyakini hasil pertanian adalah anugerah. Melalui tradisi ini, kami memohon agar di masa mendatang panen dapat terus meningkat dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga,” ujar Sigit.
Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh warga dan pengurus Karang Taruna yang telah bekerja keras mempersiapkan acara. Diharapkan, tradisi ini dapat semakin mempererat kebersamaan, memperkokoh tali persaudaraan, dan menjaga kerukunan antarwarga di lingkungan Kalurahan Balong.
Acara berlangsung dengan khidmat dan meriah, menjadi bukti nyata bahwa nilai budaya, rasa syukur, dan semangat gotong royong masih menjadi pondasi utama kehidupan masyarakat di wilayah selatan Gunungkidul.

🌐 Redaktur: Mawan







