
WARTA-JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Dukungan terhadap sosok Aris Suharyanta untuk memimpin Pengurus Daerah (Pengda) Taekwondo Indonesia (TI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai Ketua Umum terus menguat. Berbagai pihak, mulai dari pengurus cabang hingga tokoh senior dan akademisi, menilai Aris memiliki kapasitas serta komitmen yang mumpuni untuk mengembangkan cabang olahraga tersebut dan mengembalikan prestasi gemilang Yogyakarta.
Sejumlah pengurus Pengurus Cabang (Pengkab) TI Bantul menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Aris. Hanuji Ribowo selaku Ketua Pengkab TI Bantul menegaskan, sosok yang dikenal memiliki pengalaman memimpin selama dua periode ini memiliki keinginan kuat dan kemampuan yang dibutuhkan untuk membawa taekwondo DIY semakin berprestasi.
“Kami yakin Pak Aris punya keinginan dan kemampuan untuk membawa taekwondo DIY lebih berprestasi. Segala upaya dan langkah yang akan diambil nanti akan kami dukung sepenuhnya,” ujar Hanuji saat ditemui di Kantor Wakil Bupati Bantul, Rabu (29/4/2026).
Pernyataan senada disampaikan oleh Sekretaris Pengkab TI Bantul, Adam Rubianto. Ia menuturkan, selama ini Aris telah memberikan arahan yang jelas dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di tingkat kabupaten. Langkah tersebut dinilai sangat relevan dengan upaya peningkatan kualitas prestasi para atlet dan pengembangan organisasi ke depannya.
Dukungan juga datang dari kalangan sesepuh taekwondo di DIY. Dr Indra Istiyadi, tokoh senior yang juga menjabat sebagai dokter di RSUD Yogyakarta, mengungkapkan bahwa pada masanya, taekwondo Yogyakarta kerap meraih juara umum tingkat nasional. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, prestasi cabang olahraga ini dinilai mengalami stagnasi.
“Kami melihat sosok Aris Suharyanta kapabel untuk membawa perubahan. Kami sangat berharap taekwondo Jogja bisa kembali maju dan meraih prestasi yang membanggakan seperti dulu,” tegasnya.
Selain pengurus dan tokoh senior, akademisi taekwondo dari Universitas Negeri Yogyakarta, Prof Devi Tirtawirya, juga memberikan penilaian positif. Menurutnya, Aris memiliki pendekatan berbasis akademis yang sangat baik dalam menyusun program kerja. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang inklusif dan tidak terpusat pada satu pihak saja.
“Taekwondo DIY harus dikelola secara terorganisir dan merangkul semua elemen. Semua pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan cabang olahraga ini harus dilibatkan, agar kita bisa mencapai target minimal masuk tiga besar dalam ajang nasional,” jelas Prof Devi.
Menanggapi berbagai dukungan yang datang, Aris Suharyanta menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengda TI DIY. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman memimpin TI Bantul selama dua periode telah memberikan banyak pelajaran, dengan fokus utama pada penerapan prinsip transparansi dan peningkatan kualitas prestasi.
Dalam paparannya, Aris juga menyoroti sejumlah permasalahan yang selama ini dihadapi organisasi, di antaranya kegagalan pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) sebanyak tiga kali berturut-turut dan kurangnya pelibatan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap taekwondo di DIY.
“Kami ingin merangkul semua pihak tanpa terkecuali, baik pengurus, atlet, pelatih, tokoh, maupun pemerhati olahraga. Pembangunan taekwondo DIY harus dilakukan secara bersama-sama. Prinsip transparansi akan kami pegang teguh sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang berlaku, agar kita bisa meraih prestasi yang optimal baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
🌐 Penulis: Umar









