
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Program SiKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH, Berdaya Agamis dan Inklusif) terus bergerak menyisir berbagai wilayah di Kapanewon Pengasih. Pada Rabu pagi (10/06/26), giliran Kelompok PKH Padukuhan Mrunggi, Kalurahan Sendangsari, yang mendapatkan pembekalan produktif pasca-integrasi aspek kemandirian ekonomi ekonomi dan investasi spiritual.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertempat di kediaman Rubiyo, RT 021, Mrunggi, Sendangsari. Kehadiran para petugas disambut antusias oleh warga penerima manfaat yang bersiap menyerap ilmu baru.
Dalam sesi pertama, Pendamping PKH, Octavina Dhita Damastuti, mengajak para anggota kelompok untuk lebih produktif dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Ia memandu praktik menanam sayuran menggunakan media polybag yang dinilai sangat efektif untuk menyiasati keterbatasan pekarangan. “Kelompok PKH dapat memanfaatkan metode ini untuk menanam berbagai jenis sayuran cepat panen seperti kangkung, bayam, cabai, seledri, hingga tomat. Selain menghemat pengeluaran dapur, langkah kecil ini jika ditekuni bersama bisa menopang ketahanan pangan tingkat keluarga,” jelas Octavina di sela-sela simulasi penanaman.
Selaras dengan materi kemandirian pangan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos, mengajak warga untuk merefleksikan pentingnya “menanam” amal kebaikan selama hidup di dunia. Musodiqin menyampaikan materi mendalam berbasis hadis sahih riwayat Abu Hurairah RA,
“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa untuknya.”
Di hadapan warga Mrunggi, Musodiqin menekankan bahwa hadis ini menjadi peringatan sekaligus dorongan kuat bagi setiap Muslim yang masih hidup agar tidak menyia-nyiakan waktu.
“Jika menanam sayur di polybag bisa kita panen hasilnya di dunia, maka tiga perkara dalam hadis tadi adalah benih terbaik yang hasilnya akan kita petik di akhirat kelak. Selagi Allah memberikan kita waktu dan umur, mari manfaatkan setiap detiknya untuk beribadah, berbagi ilmu, dan mendidik anak-anak kita menjadi generasi yang saleh,” tuturnya.
Kepala KUA Kapanewon Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, memberikan pandangan strategisnya mengenai pelaksanaan program di Sendangsari ini. Menurutnya, mempertemukan konsep ketahanan pangan dengan konsep investasi akhirat adalah langkah cerdas untuk membangun ketahanan keluarga secara utuh.
“Kami di KUA Pengasih ingin mengubah pola pikir bahwa bimbingan keagamaan itu kaku. Melalui SIKAP BAIK, kita mengemasnya secara kontekstual. Mengajari warga menanam sayur di pekarangan adalah bagian dari ilmu yang bermanfaat, dan jika itu berkelanjutan, dampaknya bisa menjadi ladang sedekah. Kami berharap sinergi ini melahirkan keluarga-keluarga di Pengasih yang tidak hanya tangguh secara ekonomi dan pangan di bumi, tetapi juga memiliki bekal amalan yang kuat untuk kehidupan akhirat,” pungkas Rangga.(myid)
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan








