
WARTA-JOGJA.COM || KULON PROGO, DIY – Konsistensi program SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) KUA Pengasih dalam menyebarkan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat kembali berlanjut. Kali ini, SIKAP BAIK menggelar pertemuan edukatif bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Dusun Gunung Pentul, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, pada Senin (20/07/2026). Pertemuan siang hari yang penuh keakraban tersebut dimulai pukul 13.00 WIB dan bertempat di kediaman Ibu Surjiyem, Gunung Pentul.
Dalam sesi bimbingan keagamaan, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos. bersama Mukhyidin, S.Kom., menyampaikan tadabbur al-Qur’an dengan mengupas kandungan surat Al Asr.
Musodiqin dan Mukhyidin mengingatkan jamaah akan pentingnya memanfaatkan modal terbesar yang dimiliki manusia dalam hidup, yaitu waktu.
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”
Penyuluh menekankan bahwa agar tidak tergolong sebagai orang yang rugi, setiap detik waktu dalam kehidupan sehari-hari, termasuk momen dalam rumah tangga pun harus diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta sabar dalam menghadapi ujian hidup.
Melengkapi pesan spiritual tentang pemanfaatan waktu secara bijak, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Yulianti Retno Wibowo, memberikan materi praktis mengenai kesehatan lingkungan dan perlindungan keluarga. Yulianti menyosialisasikan tata cara cerdas dalam memilih dan mengolah wadah plastik yang aman untuk makanan sehari-hari.
Yulianti mengajak para ibu KPM untuk teliti melihat simbol kode nomor pada bagian bawah kemasan plastik. Ia sangat merekomendasikan penggunaan plastik jenis PP (Polypropylene) berkode angka 5 yang tahan panas dan aman untuk kuliner keluarga.
“Menjaga kesehatan keluarga bisa dimulai dari hal kecil di dapur. Kita harus paham mana plastik yang aman dan mana yang berbahaya. Pilihlah wadah berkode PP dan segeralah afkir atau buang wadah plastik yang sudah rusak, tergores, atau kusam karena dapat melepas zat berbahaya ke dalam makanan,” terang Yulianti.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., mengapresiasi tinggi keterpaduan materi yang disampaikan dalam kegiatan di Gunung Pentul ini. Menurutnya, menghargai waktu dan menjaga kesehatan adalah dua hal yang sangat beriringan dalam ajaran Islam.
“Pesan Surat Al-‘Asr yang disampaikan oleh tim penyuluh kami menggarisbawahi pentingnya menggunakan waktu secara efektif dan bernilai ibadah. Salah satu bentuk amalan saleh yang nyata dalam rumah tangga adalah ikhtiar orang tua dalam menjaga kesehatan raga anggotanya, seperti yang disampaikan rekan-rekan PKH melalui edukasi wadah makanan sehat. KUA Pengasih sangat mendukung sinergi ini agar masyarakat tidak hanya selamat secara spiritual melalui efisiensi waktu untuk kebaikan, tetapi juga terlindungi kesehatannya melalui pola hidup yang makin cerdas dan higienis,” tegas Rangga.
Melalui kegiatan SIKAP BAIK ini, para KPM PKH Dusun Gunung Pentul Rw 017 ini diharapkan dapat memetik pelajaran berharga untuk semakin bijak dalam mengelola waktu serta semakin cermat dalam menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.(myid)
🔴 Penulis
🔵 Redaktur: Mawan







